Menda Klaim Harga MinyaKita Turun, Tapi di Papua Masih Mahal

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan harga minyak goreng rakyat MinyaKita masih dalam kondisi terkendali meski muncul keluhan di sejumlah daerah terkait harga yang disebut mendekati minyak goreng premium.

Menanggapi isu harga Minyakita yang disebut hampir setara dengan minyak goreng premium atau minyak VIP di pasaran, Budi meminta publik melihat data resmi dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Coba cek di SP2KP, kita pake data aja ya. Cek di SP2KP kan BSM buka kan,” kata Budi usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (21/5/2026). 

Dia menyebut harga MinyaKita justru mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Dia mengatakan harga MinyaKita kini sudah turun di kisaran Rp15.800 per liter. Harga tersebut sedikit melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.

“Hari ini kalau dicek harga MinyaKita kan Rp15.800-an. Jadi lebih turun dari kemarin,” ujarnya.

Terkait dengan laporan harga MinyaKita di lapangan yang masih tinggi, Budi menegaskan pemantauan harga terus dilakukan setiap hari melalui sistem pengawasan pasar.

Baca Juga

  • Harga Minyakita Melambung, Bulog Sumut Bantah Ada Kendala Distribusi
  • Harga Minyakita di Medan Melambung, Diduga akibat Bantuan Pangan dan MBG
  • Mendag Ungkap Pasokan Minyakita Bergantung pada Ekspor Sawit

“Ya makanya cek dulu di SP2KP. SP2KP itu kan cek lapangan,” ucapnya.

Budi mengakui harga minyak goreng di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua, memang masih relatif lebih tinggi dibanding daerah lain akibat faktor distribusi. Oleh karena itu, pemerintah telah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan ke wilayah tersebut.

“Memang kalau di daerah timur, Papua itu lebih tinggi. Nah kita sudah minta Bulog distribusi ke daerah sana. Jadi insyaallah nggak ada masalah,” ujar Budi. 

Terkait kemungkinan operasi pasar untuk menstabilkan harga, Budi mengatakan pemerintah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) selama ini terus menjalankan langkah tersebut secara rutin.

“Operasi pasaran kan sering terus dilakukan tuh, bersama dengan Bapanas,” katanya.

Menurutnya, data pemantauan harga yang digunakan pemerintah juga berasal dari laporan daerah yang diperbarui secara berkala melalui SP2KP. Dia juga memastikan bahwa stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman.

“Stok aman semua nggak ada masalah. Jadi harga-harga, minyak goreng semua nggak ada masalah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, harga Minyakita telah diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. Dalam regulasi ini ditetapkan harga penjualan MinyaKita di tingkat D1 paling tinggi Rp13.500 per liter, tingkat D2 paling tinggi Rp14.000 per liter, dan tingkat pengecer paling tinggi Rp14.500 per liter. Terakhir, HET MinyaKita di tingkat konsumen di Rp15.700 per liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpar Dorong Sinergi Nasional demi Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Menegangkan Billy Syahputra Ditahan 1,5 Jam di Imigrasi Rusia, Rombongan Ikut Diperiksa
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Harga Minyak Anjlok 5 Persen usai Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Memasuki Tahap Akhir
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Warga Kamboja Gelar Festival Budaya Tahunan "Pring Ka-Ek"
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Laba Bersih SeaBank Kuartal I 2026 Rp 375,6 Miliar, Perkokoh Fundamental Bisnis
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.