REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH-Waktu yang ditunggu-tunggu itu tak lama lagi akan tiba. Puncak haji yang dikenal dengan sebutan Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) akan berlangsung pada 26 Mei 2026 mendatang atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriyah.
Sebagai bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, saya yang menjadi bagian dari tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Madinah sudah bergeser ke Makkah pada Ahad (16/5/2026).
Baca Juga
Hizbullah Masih Tetap Melawan, Tentara Israel Terus Bertumbangan di Lebanon Selatan
Dari Saigon ke Teheran: Inilah Kemiripan Perang Iran dan Vietnam
UEA Ungkap Serangan Fasilitas PLTN-nya Datang dari Irak, Negara yang Ada Pangkalan Militer Israel?
Hal itu dikarenakan seluruh jamaah haji Indonesia yang sebelumnya sempat bermukim di Madinah telah didorong ke Makkah.
Kembali menginjakkan kaki ke Makkah terdapat suasana yang berbeda dibandingkan ketika pertama kali kami mendarat di Arab Saudi pada pertengahan April 2026 lalu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemerintah Arab Saudi tampaknya benar-benar tak main-main dalam menerapkan semboyannya pada penyelenggaraan haji tahun ini: 'La Hajj Bila Tasreeh' alias 'Tak Ada Haji Tanpa Izin'
Berangkat dari Madinah pada Ahad siang dengan menggunakan mobil, kami harus melewati pos pemeriksaan sebanyak delapan kali.
Suasana pun sempat mencekam karena dari 10 penumpang yang berada satu rombongan, hanya satu orang yang kartu identitas Nusuk-nya selalu lolos dari screening. Lainnya? Beberapa kali dipindai oleh polisi Arab Saudi selalu menunjukkan indikator merah alias tak berfungsi.
Hal ini diakibatkan adanya kasus penarikan visa yang sempat menghalangi proses keberangkatan kami dari Indonesia beberapa waktu lalu.
Jamaah haji berjalan untuk melaksanakan lempar jumrah aqobah di Jamarat, Makkah, Arab Saudi, Ahad (16/6/2024). Lempar jumrah aqobah merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. - (EPA-EFE)