Pergerakan Jemaah dan Pengaturan Konsumsi Tentukan Sukses Puncak Haji

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

MEKKAH, KOMPAS – Empat hari menjelang puncak haji, tahap pelaksanaan haji memasuki fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mulai Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 waktu setempat, layanan bus Shalawat antara hotel-hotel jemaah dan Masjidil Haram dihentikan sementara. Jadwal pemberangkatan jemaah dari Mekkah ke Armuzna telah disusun dan disosialisasikan ke kloter-kloter.

”Jemaah (Indonesia) sudah 95 persen hadir di Tanah Suci,” kata Amirul Hajj, yang juga Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers seusai rapat gabungan di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekkah di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026) siang.

”Armuzna ini adalah titik paling krusial dari proses haji. Karena di situlah seluruh jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang,” lanjut Irfan.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, pada 13 Mei 2026 melaporkan lebih dari 1,5 juta jemaah haji dari seluruh dunia datang ke Mekkah. Irfan mengatakan, mulai Senin (25/5/2026) seluruh jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah untuk menunaikan wukuf, keesokan harinya.

Baca Juga20.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Tanazul

Ia mengonfirmasi 20.000 jemaah bakal ikut tanazul dan 80.000 jemaah mengikuti murur. Skema murur dilakukan, setelah wukuf di Arafah, jemaah lansia, difabel, risiko tinggi, dan pendampingnya diangkut dengan bus tanpa berhenti di Muzdalifah. Mereka langsung menuju Mina.

“Walaupun itu sebetulnya kurang, untuk sementara tahun ini lumayan bisa mengurangi kepadatan pergerakan (jemaah) kita. Mudah-mudahan tahun depan bisa ditambah lagi jumlah murur dan tanazulnya,” ujar Irfan seusai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram, Rabu (20/5/2026) malam.

Menu siap santap

Selain isu transportasi untuk menggerakkan jemaah, konsumsi selama Armuzna jadi perhatian utama. ”Konsumsi selama hari Arafah memang sangat ribet karena pergerakan kendaraannya agak sulit, karena banyak jalan ditutup sehingga kita akan maksimalkan proses pembagian konsumsi terkait dengan konsumsi yang kita istilahkan RTE (Ready To Eat), makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah,” kata Irfan.

Namun, hingga Kamis (21/5/2026) siang, informasi konsumsi bagi jemaah selama Armuzna belum sampai ke tingkat rombongan atau regu yang bersentuhan langsung dengan jemaah. “(Informasinya) global. Nanti (konsumsi) di Arafah disediakan, di Mina disediakan. Tapi, belum ada penjelasan detailnya,” kata Muhammad Tasrif, Ketua Rombongan di Kloter 19 Embarkasi Surabaya (SUB 19).

Baca JugaTim Amirul Hajj Tiba di Mekkah, Fokus Hadapi Armuzna

“Ada informasi nanti akan ada RTE (ready to eat, makanan siap santap), tetapi RTE itu apa, cara mengonsumsinya bagaimana, belum ada sosialisasi,” lanjut Tasrif.

“(Petugas) konsumsi di hotel ini memberi informasi, akan ada pembagian RTE berjumlah enam pack. Tapi, belum jelas apa maknanya, enam pack itu untuk kepentingan apa. Hanya diinformasikan, ketua rombongan diminta memastikan tidak ada kelebihan atau kekurangan dalam pembagiannya untuk anggota,” jelas Tasrif.

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno, mengatakan, layanan dapur jemaah di Mekkah tak beroperasi saat rekayasa lalu lintas menjelang Armuzna. Jemaah akan menerima enam jenis menu pada Rabu hingga Sabtu (20-23/5/2026). Enam paket makanan itu untuk dikonsumsi pada Minggu-Senin (24-25/5/2026)—tiga kali (pagi, siang, dan sore) pada Minggu, lalu satu kali pada Selasa—dan dua kali (siang dan sore) pada Sabtu (30/5/2026).

Selama hampir sepekan, pada 25 hingga 30 Mei, jemaah akan berada di Armuzna, termasuk wukuf pada Selasa (26/5/2026). Tri menjelaskan, keenam jenis menu itu antara lain meliputi gulai ayam, daging lada hitam, kari ayam, semur ayam, dan rendang daging. Dalam satu paket tersedia nasi, lauk, sendok, dan tisu. Paket makanan itu bisa langsung dikonsumsi.

Tri memastikan jemaah akan memperoleh layanan konsumsi saat berada di Armuzna dengan menu yang disediakan oleh syarikah. “Bentuknya juga ready to eat," tuturnya.

Pergerakan ke Armuzna

Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Syarif Rahman mengatakan, sebagai bagian dari persiapan Armuzna, layanan transportasi bus Shalawat dihentikan selama delapan hari mulai Jumat (22/5/2026) pukul 18.00. Bus Shalawat akan kembali beroperasi pada 31 Mei pukul 01.30.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk beribadah di musola hotel masing-masing atau masjid terdekat dengan hotel,” ujar Syarif.

Adapun bagi jemaah kloter-kloter terakhir, yang tiba di Mekkah setelah penghentian sementara bus Shalawat, Syarif memastikan petugas akan menyediakan transportasi bagi mereka untuk melaksanakan umrah wajib. “Kami siapkan sekitar 30 unit armada, yang cukup untuk mungkin sekitar 5 atau 6 atau bahkan di bawah 10 kloter yang kira-kira akan tiba terakhir,” katanya.

Baca JugaKugapai Kabah dengan Shalawat

Tanggal 21 Mei adalah hari terakhir kedatangan jemaah gelombang kedua. Pada Kamis tengah malam atau pukul 24.00, Arab Saudi mulai menutup pintu-pintu kedatangan jemaah di bandar udara atau pelabuhan sebagai persiapan menjelang Armuzna.

Mengenai pergerakan jemaah dari Mekkah ke Armuzna, Syarif menjelaskan, pihaknya telah menjadwal pergerakan seluruh jemaah Indonesia dari 527 kloter dari Mekkah ke area Armuzna. Pergerakan pertama direncanakan mulai Senin (25/5/2026) pukul 07.00.

”Kami sudah membuat SOP (prosedur operasional standar) bahwa 6 jam sebelum berangkat mereka (jemaah) menyiapkan perbekalan, kemudian 3 jam sebelumnya mereka berihram semuanya, dan 1 jam sebelum berangkat baru turun ke lobi hotel,” papar Syarif.

Kepatuhan jemaah dan ketersediaan bus tepat waktu akan krusial dalam pergerakan lebih dari 200.000 jemaah dalam waktu hampir bersamaan. ”Kalau jadwal itu dipatuhi dipahami oleh semua pihak, insya Allah tidak ada ketelambatan pada saat bergerakan ke Armuzna,” kata Syarif.

Kalau jadwal itu dipatuhi dipahami oleh semua pihak, insya Allah tidak ada ketelambatan pada saat bergerakan ke Armuzna.

Hal serupa juga berlaku untuk pergerakan jemaah dari Arafah ke Musdalifah, lalu ke Mina, dan kemudian kembali lagi ke Mekkah. Menurut jadwal, jemaah harus sudah berada di Arafah paling lambat, Senin (25/5/2026) malam pukul 21.00 waktu setempat. Wukuf berlangsung setelah matahari tergelincir, Selasa siang, hingga setelah magrib.

Baca JugaWakaf Dua Abad Itu Terus Mengalir ke Kantong Jemaah Haji asal Aceh

Jemaah akan diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah, Selasa pada pukul 19.00 hingga 23.00, dengan target 160.000 jemaah. ”Sisanya mulai 23.00 di Arofah akan dimururkan seluruhnya tanpa turun di Musdalifah, langsung ke Mina,” kata Syarif.

Mengenai pergerakan jemaah dari Mekkah ke Armuzna, Tasrif dari Kloter SUB 19 menyebutkan, ada perubahan dari rencana awal soal pengaturan tanazul. Tanazul akan dilakukan jemaah yang telah melempar jumrah aqabah pada 10 Zulhijah untuk kembali ke hotel masing-masing di sekitar Mina, tanpa tinggal di tenda-tenda di kawasan itu.

Menurut Tasrif, sebelum keberangkatan di Tanah Air, jemaah lansia, berisiko tinggi, dan berkursi roda akan diikutkan tanazul. Namun, terakhir diumumkan, tak ada jemaah di kloter SUB 19 ikut tanazul. Padahal, ada sekitar 50-75 jemaah di kloter tersebut masuk kategori lansia, berisiko tinggi, dan berkursi roda yang berhak ikut tanazul.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Leg pertama playoff promosi-degradasi, Wolfsburg ditahan Paderborn 0-0
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Jerman: Serangan AS ke Iran adalah Perang yang Tidak Perlu
• 20 menit lalumetrotvnews.com
thumb
UIN Alauddin Resmikan Kerja Sama Pelayanan dengan BPJS Kesehatan
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Inflasi Jepang Rendah Berkat Program Makan Gratis untuk Anak SD
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.