Big Campus Day Bisnis Indonesia: Tuntas Kupas Dinamika Jurnalistik di Era Modern

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia Group kembali menggelar Big Campus Day di Wisma Bisnis Indonesia, Karet, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026).

Pada kesempatan ini, Bisnis mengusung tema "Inside Modern Journalism: Dari Ruang Redaksi ke Konten Viral" bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Universitas Pertamina. 

Materi "Evolusi Jurnalisme Digital: Dari Ruang Redaksi ke Media Sosial" menjadi pembuka acara. Topik ini membahas mengenai perkembangan pemberitaan yang semula disebarkan melalui media konvensional (koran, radio, televisi, sampai majalah), mulai beralih ke media sosial (YouTube, X, sampai Instagram) seiring perkembangan di era modern.

Perubahan penyebaran berita memengaruhi khalayak dalam mencari informasi yang saat ini cenderung memanfaatkan media sosial. Alhasil, kebijakan redaksipun turut berubah, di mana publikasi di media sosial menjadi salah satu aspek utama.

Manager Konten Bisnis Indonesia, Wahyu Arifin, menjelaskan bahwa distribusi di era saat ini sering kali mengabaikan akurasi dan mudah menjadi trending topic. Namun, berita viral belum tentu memuat informasi yang valid.

"Kemasan menarik tidak menjamin kebenaran. Cepat tanpa verifikasi adalah resep bencana informasi," katanya.

Baca Juga

  • Bisnis Indonesia Menang di WAN-IFRA Digital Media Awards 2026
  • Bisnis Indonesia Mulai Tahap Awal Ajang Penghargaan BIA 2026
  • Bisnis Indonesia Forum: Langkah Mundur Manufaktur Tanpa Komando Kebijakan

Terlebih, berita setara konten hiburan, membingungkan batas antara fakta dan tren viral. Apalagi, algoritma media sosial memilih informasi berdasarkan engagement, bukan relevansi atau kebenaran. Akibatnya, masyarakat sulit membedakan framing media, opini pribadi, dan sensasi clickbait.

Penyebaran berita di era ini tidak hanya dilakukan oleh jurnalis, tetapi juga dapat dilakukan oleh konten kreator. Wahyu menyampaikan, ada perbedaan mendasar yang dapat dilihat dari konten berita dari produk jurnalistik dan kreator.

Menurutnya, jurnalis melayani kepentingan publik, sedangkan kreator fokus pada engagement dan pertumbuhan follower. Secara rinci, dia menjelaskan bahwa konten berita melalui aktivitas jurnalistik telah melalui verifikasi bertahap untuk memastikan kebenaran suatu informasi.

Dari aspek tujuan, karya jurnalistik menekankan kepentingan publik dan bersifat berjenjang. Jurnalis, kata dia, dituntut untuk melakukan liputan langsung di lapangan, melakukan verifikasi informasi, menyunting hasil pemberitaan, hingga mengulik data untuk memperkuat laporan. 

Selain itu, jurnalis juga perlu aktif meminta keterangan dan informasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan berita yang disajikan akurat dan berimbang. Sedangkan konten kreator bertujuan untuk engagement dan follower, serta cenderung untuk personal brand.

"Kreator tidak salah, tapi memang tujuan produksinya beda," ujarnya.

Setelah pemaparan materi, para peserta berkesempatan ke ruang redaksi yang berada di lantai 6. Di sana, mereka dijelaskan bagaimana produksi berita berlangsung. 

Mereka juga berinteraksi dengan para jurnalis Bisnis Indonesia Group untuk mengulik lebih dalam sebuah informasi yang dikemas menjadi sebuah artikel berita untuk kemudian diunggah di koran Bisnis Indonesia, Bisnis.com, atau produk Bisnis lainnya sesuai kebutuhan.

Manajer Konten Bisnis Indonesia Wahyu Arifin menyampaikan presentasi untuk mahasiswa pada acara BIG Campus Day di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Bisnis/Himawan L. Nugraha

Big Campus Day dinilai menjadi wadah bagi para peserta untuk memperoleh ilmu secara teori dan praktik. Pimpinan Redaksi Perisai Muhammad Raihan Pratama mengatakan kegiatan tersebut membuka pemahaman mahasiswa mengenai tantangan media saat ini, terutama terkait perbedaan antara jurnalis dan content creator di era media sosial.

“Penjelasannya sangat komprehensif dan ngasih insight baru juga ke kita tentang gimana menyajikan konten, mencari data, dan banyak hal jurnalistik lainnya yang nantinya bisa diterapkan juga di UKM kita,” ujarnya kepada Bisnis.

Menurut Raihan, jurnalis memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan dengan konten kreator karena setiap informasi yang disampaikan harus melalui proses verifikasi dan pengecekan fakta.

“Kalau kita sebagai jurnalis, setiap kata dan kalimat harus dicek kebenarannya. Jadi nggak hanya mencari viewers, tapi memberi informasi kepada masyarakat agar lebih tahu terhadap suatu isu,” katanya.

Senada, Sekretaris Perisai Lola Ameliya menilai kegiatan tersebut juga menambah pengalaman serta memperluas relasi mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik kampus.

Lola menilai kunjungan ke ruang redaksi Bisnis Indonesia memberikan gambaran langsung mengenai pola kerja antardivisi di media massa. Menurutnya, interaksi langsung antartim membuat proses kerja menjadi lebih terstruktur karena setiap anggota dapat saling berkontribusi sekaligus mengevaluasi kekurangan satu sama lain.

"Jadi kita bisa lihat secara langsung gimana cara kerja di Bisnis Indonesia ini, baik sebagai jurnalis maupun divisi lainnya. Mereka juga kalau ketemu langsung jadi lebih klop, bisa saling berkontribusi satu sama lain, tahu salahnya di mana atau kurangnya di mana. Gitu sih," kata Lola dalam kesempatan yang sama.

Keduanya juga menyoroti tantangan literasi masyarakat di tengah masifnya arus informasi di media sosial. Raihan menekankan pentingnya kesadaran publik untuk memverifikasi informasi sebelum memberikan komentar atau menyimpulkan suatu isu.

Dia berpandangan masyarakat perlu memahami konteks informasi secara utuh dan memastikan sumber berita berasal dari media yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Lola menilai kebiasaan generasi muda yang hanya membaca potongan informasi di media sosial menjadi salah satu tantangan literasi saat ini.

“Tapi kalau aku lihat Gen Z zaman sekarang, baca berita itu cuma setengah di awal doang. Apalagi yang dipotong-potong di TikTok, Instagram, atau Reels, jadi cuma lihat potongannya aja,” tandas Lola.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun Rp12.000 Jadi Rp2,788 Juta Per Gram Jumat Pagi
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral Pria di Baubau Bakar Ruko dan Rusak Mobil Mantan Istri
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Aktivis Flotilla Sebut Kekerasan yang Dialami Tidak Sebanding dengan Penderitaan Rakyat Palestina
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menlu Israel Kecam Perlakuan Tak Manusiawi Ben Gvir ke Aktivis Flotilla yang Ditahan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
KNKT Butuh 2-3 Bulan untuk Simpulkan Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.