Siswa Madania Makassar Raih Medali Emas di WYIE 2026 Kuala Lumpur Lewat Inovasi Deodorant Kulit Delima “Defive”
FAJAR, KUALA LUMPUR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi Sekolah Madania Makassar di ajang internasional. Dalam kompetisi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim Madania berhasil meraih medali emas melalui inovasi kreatif bertajuk “Defive”.
“Defive” merupakan deodorant spray berbahan dasar kulit delima yang dikembangkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk produk perawatan tubuh. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah kulit buah delima yang selama ini kerap terbuang, kemudian diolah menjadi produk dengan kandungan antibakteri alami yang efektif membantu mengurangi bau badan tanpa ketergantungan berlebih pada bahan kimia sintetis.
Di hadapan dewan juri internasional, “Defive” mendapat apresiasi tinggi karena dinilai mampu memadukan inovasi sains, kepedulian lingkungan, dan peluang pengembangan industri berkelanjutan. Konsep ramah lingkungan yang diusung dianggap relevan dengan tantangan global saat ini, khususnya dalam pengelolaan limbah organik dan pengembangan produk kesehatan yang lebih aman.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan menghadirkan solusi inovatif di tingkat dunia. Prestasi ini sekaligus menambah daftar pencapaian Sekolah Madania Makassar di bidang riset dan teknologi internasional.
Ajang WYIE 2026 sendiri diikuti ratusan tim inovator muda dari berbagai negara yang menampilkan beragam karya kreatif di bidang lingkungan, kesehatan, teknologi, dan keberlanjutan masa depan.
Adapun siswa-siswi Sekolah Madania Makassar yang tergabung dalam tim inovasi “Defive” yakni: Nur Nazifah Ramadhani Salman, Eliza Nisrina Fathi Azis, Nadiya Haafiza Salsabila, Andi Noor Ichwan Muallim Mochtar, Andi Ayun Talitha Majdah Ridzky, dan Muh. Farid Fuad DM.
Tim tersebut didampingi guru pembina, A. Rizwan Setiawan Syachrir, yang turut mendukung proses riset hingga presentasi di tingkat internasional.
“Melalui pencapaian ini, tim Madania berharap inovasi “Defive” dapat terus dikembangkan sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk terus berkarya dan berinovasi demi masa depan,” ujar Rizwan. (*/)




