Moskow (ANTARA) - Eropa tidak akan mampu mengejar kemajuan Amerika Serikat di industri luar angkasa kecuali bisa melipatgandakan investasi di sektor tersebut hingga dua atau tiga kali lipat.
"Jika kita tidak melakukan perubahan besar, kita tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan. Kita akan selalu tertinggal di belakang, dan ini tentu saja merupakan risiko yang besar," kata Direktur Jenderal Badan Antariksa Eropa (ESA), Josef Aschbacher, pada Kamis kepada Politico di sela-sela forum GLOBSEC di Praha.
Kepala ESA tersebut menambahkan bahwa Uni Eropa saat ini hanya menyumbang 10 persen dari total pendanaan publik global untuk sektor luar angkasa.
"Saya meminta para pengambil keputusan untuk melipatgandakan investasi kita setidaknya dua faktor, jika tidak tiga kali lipat... Tidak ada alternatif lain. Kita harus melakukannya. Bagi saya, ini bukan sekadar rencana cadangan," ujarnya.
Sebelumnya pada Oktober 2025, Aschbacher sempat menyatakan bahwa Eropa harus menciptakan wahana peluncur operasional yang dapat digunakan kembali milik mereka sendiri untuk memangkas jarak ketertinggalan dari SpaceX, perusahaan antariksa milik pengusaha AS, Elon Musk.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: CNSA: China akan tingkatkan kerja sama antariksa internasional di 2026
Baca juga: Rusia luncurkan roket Soyuz-2.1b, angkut wahana antariksa militer
"Jika kita tidak melakukan perubahan besar, kita tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan. Kita akan selalu tertinggal di belakang, dan ini tentu saja merupakan risiko yang besar," kata Direktur Jenderal Badan Antariksa Eropa (ESA), Josef Aschbacher, pada Kamis kepada Politico di sela-sela forum GLOBSEC di Praha.
Kepala ESA tersebut menambahkan bahwa Uni Eropa saat ini hanya menyumbang 10 persen dari total pendanaan publik global untuk sektor luar angkasa.
"Saya meminta para pengambil keputusan untuk melipatgandakan investasi kita setidaknya dua faktor, jika tidak tiga kali lipat... Tidak ada alternatif lain. Kita harus melakukannya. Bagi saya, ini bukan sekadar rencana cadangan," ujarnya.
Sebelumnya pada Oktober 2025, Aschbacher sempat menyatakan bahwa Eropa harus menciptakan wahana peluncur operasional yang dapat digunakan kembali milik mereka sendiri untuk memangkas jarak ketertinggalan dari SpaceX, perusahaan antariksa milik pengusaha AS, Elon Musk.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: CNSA: China akan tingkatkan kerja sama antariksa internasional di 2026
Baca juga: Rusia luncurkan roket Soyuz-2.1b, angkut wahana antariksa militer





