Wabah Ebola Paksa RD Kongo Pindahkan Kamp Pelatihan Piala Dunia saat AS Perketat Perbatasan

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, KONGO—Republik Demokratik Kongo membatalkan kamp pelatihan pra-Piala Dunia di Kinshasa karena wabah Ebola yang melanda negara itu, dan memindahkannya ke Belgia menjelang pertandingan persahabatan melawan Denmark pada 3 Juni.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah tersebut sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” dengan BBC melaporkan 139 kematian yang diduga dan lebih dari 600 kasus.

“FIFA menyadari dan memantau situasi terkait wabah Ebola dan berkomunikasi erat dengan Asosiasi Sepak Bola Kongo DR untuk memastikan bahwa tim tersebut mengetahui semua panduan medis dan keamanan,” kata seorang juru bicara FIFA dikutip dari Inside World Football.

Pemerintah AS telah memberlakukan aturan darurat kesehatan masyarakat yang melarang siapa pun yang telah mengunjungi DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari sebelumnya untuk memasuki negara tersebut.

Pertandingan pembukaan DR Kongo melawan Portugal di Houston jatuh pada 17 Juni, tepat di dalam rentang waktu tersebut.

“Kami secara aktif bekerja sama dengan FIFA untuk memastikan perjalanan yang aman, jalur aman, dan memastikan bahwa para pelancong dan masyarakat Amerika tetap aman,” ujar Manajer insiden respons Ebola CDC, Satish Pillai.

Para penggemar menghadapi rintangan mereka sendiri. Mereka yang sudah memegang visa harus membuktikan telah menghabiskan 21 hari di luar negara yang terdampak, sementara Kedutaan Besar AS di DR Kongo telah menangguhkan sementara semua layanan visa, membuat yang lain terlantar.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan yang tidak nyaman tentang kesiapan Amerika. Pemotongan pendanaan berturut-turut untuk infrastruktur kesehatan masyarakat, termasuk pengurangan kapasitas CDC, program pemantauan kesehatan global, dan unit respons pandemi yang dipangkas dalam putaran anggaran baru-baru ini, telah membuat AS bisa dibilang kurang siap untuk mengelola wabah impor daripada kapan pun.

Menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di planet ini, yang menarik jutaan pengunjung internasional, akan membebani bahkan sistem yang memiliki sumber daya penuh. Dengan berkurangnya kemampuan pengawasan dan respons cepat, Piala Dunia mungkin menjadi ujian stres yang tidak disengaja tentang seberapa tipis pertahanan kesehatan Amerika telah terbebani. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Auditorium Kampus Binus Anggrek Terbakar, Penyebabnya Masih Misteri!
• 3 jam laludisway.id
thumb
Sita Uang dari Eks Staf Ahli, KPK Buka Peluang Periksa Budi Karya
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
KNKT: Masinis KA Argo Bromo Dapat Instruksi Rem Dikit-dikit Sebelum Tabrak KRL
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Intelijen Israel Disebut Siapkan Eks Presiden Ahmadinejad Pimpin Iran
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perkuat Aksi Iklim, Proyek Metana ASEAN-Republik Korea Memulai Langkah di Indonesia
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.