Pembunuhan Demi Organ Tubuh ! Sidang Kongres AS Mengungkap Rahasia Mengerikan Partai Komunis Tiongkok

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, Kongres Amerika Serikat mengadakan sidang dengar pendapat untuk menyelidiki tuduhan pengambilan organ hidup secara paksa oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para ahli menyatakan bahwa PKT secara sistematis menganiaya praktisi Falun Gong, warga Uyghur, dan kelompok lainnya dengan memaksa mereka menjalani pemeriksaan kesehatan guna membangun basis data organ. 

Editor senior The Epoch Times edisi bahasa Inggris, Jan Jekielek, juga mengungkap bahwa penganiayaan terhadap umat Kristen di Tiongkok belakangan ini meningkat tajam. Para anggota parlemen menyerukan agar rancangan undang-undang untuk memerangi perdagangan organ segera disahkan.

EtIndonesia. Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei terkait tuduhan “transplantasi organ paksa dan pengambilan organ hidup secara paksa” oleh PKT.

Sejumlah pembicara menyebut bahwa kelompok korban utama adalah praktisi Falun Gong, warga Uyghur, dan etnis Kazakh.

“Rezim ini pada dasarnya menargetkan populasi besar orang-orang sehat, memfitnah mereka, memenjarakan mereka, lalu melakukan tes golongan darah, pencocokan jaringan, dan pemindaian organ untuk membangun basis data,” ujar Jan Jekielek. 

Ia menunjukkan bahwa waktu tunggu transplantasi organ di Tiongkok jauh lebih singkat dibandingkan negara lain.

Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei (tangkapan layar)

“Setiap kali ada kebutuhan transplantasi organ, baik untuk pejabat elite PKT maupun ‘wisatawan transplantasi organ’ dari luar negeri, pencocokan organ dapat dilakukan dengan cepat, lalu korban dibunuh sesuai kebutuhan,” tambahnya. 

Kesaksian dari sejumlah praktisi Falun Gong yang melarikan diri ke Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa selama ditahan di Tiongkok, mereka dipaksa menjalani pengambilan darah dan berbagai pemeriksaan medis.

Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei (tangkapan layar)

Dalam sidang tersebut, seorang mantan guru dari kamp konsentrasi di Xinjiang, Qelbinur Sidik, memberikan kesaksian jarak jauh. Ia menyebut adanya praktik pengambilan darah secara paksa, penyuntikan obat-obatan yang tidak diketahui, serta hilangnya sejumlah pria sehat secara misterius di dalam kamp.

Pada saat yang sama, Jan Jekielek juga memperingatkan meningkatnya tren penganiayaan PKT terhadap umat Kristen.

“Seiring meningkatnya penangkapan umat Kristen dari Gereja Zion serta pembatasan terhadap rohaniwan Katolik, retorika yang tidak memanusiakan kelompok-kelompok ini juga ikut meningkat,” katanya. 

Ia menekankan bahwa retorika semacam itu sering kali menjadi tanda awal penganiayaan yang lebih berat. Masyarakat internasional khawatir kelompok-kelompok tersebut juga dapat menjadi target pengambilan organ.

Anggota Kongres AS Chris Smith yang memimpin sidang tersebut menyerukan agar “Stop Forced Organ Harvesting Act” yang telah lolos di DPR AS segera didorong di Senat, serta agar sanksi dijatuhkan kepada pejabat tinggi PKT yang terkait.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembagian Daging Kurban di Sleman Diimbau Pakai Kemasan Ramah Lingkungan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Foto: Warga Kamboja Gelar Festival Budaya Tahunan "Pring Ka-Ek"
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp 15.000/USD
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengaruh Kenaikan Dolar AS terhadap Brand Lokal
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.