MERANGIN, iNews.id - Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggeruduk Kantor Bupati Kabupaten Merangin, Jambi, untuk menagih janji pemerintah daerah terkait honor temenggung dan bantuan keramba ikan. Aksi tersebut sempat ricuh hingga menyebabkan kendaraan milik Kabag Ops Polres Merangin dirusak massa.
Kericuhan terjadi saat massa SAD terlibat kesalahpahaman dengan polisi di lokasi aksi. Situasi berhasil dikendalikan setelah Kapolres Merangin turun langsung menenangkan massa.
Dalam video yang beredar, ratusan warga SAD terlihat mengejar dan menghancurkan kendaraan milik Kabag Ops Polres Merangin. Massa mengamuk dan merusak mobil tersebut secara membabi buta.
Beruntung, Kabag Ops Polres Merangin berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak menjadi korban dalam insiden tersebut. Hanya kendaraan dinas yang mengalami kerusakan akibat amukan massa.
Kericuhan dipicu teguran dari Kabag Ops kepada salah seorang warga SAD yang kemudian memicu kesalahpahaman dan kemarahan warga lainnya. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat berhasil meredam emosi massa.
Baca Juga:Babak Belur! 2 Maling Motor di Porong Sidoarjo Dihakimi Massa hingga Nyaris TewasKedatangan warga SAD ke Kantor Bupati Merangin bertujuan untuk menagih janji terkait honor temenggung yang disebut belum dibayarkan selama lima bulan terakhir.
Temenggung SAD, Jang, mengatakan masyarakat meminta Bupati Merangin memenuhi janji yang sebelumnya telah disampaikan kepada warga SAD.
"Masyarakat kami menuntut apa yang dijanjikan bupati bisa dipenuhi. Selama lima bulan honor belum ada. Masyarakat kami menuntut," ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Selain honor, warga SAD juga memprotes pembagian bantuan keramba ikan yang dinilai tidak merata. Mereka menilai bantuan hanya diberikan kepada kelompok tertentu.
"Kami juga menuntut terkait penyerahan keramba ikan merata karena ada masyarakat tidak kebagian. Jangan ada anak tiri, harus sama rata," katanya.
Setelah dilakukan mediasi dan pendekatan oleh aparat kepolisian, situasi di sekitar Kantor Bupati Merangin kembali kondusif. Massa SAD akhirnya membubarkan diri secara tertib.
Namun, warga SAD menyatakan akan kembali mendatangi Kantor Bupati Merangin pada Senin mendatang untuk kembali meminta kejelasan terkait tuntutan mereka.
#regional




