JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, penanganan masalah pelintasan sebidang kereta api di seluruh Indonesia diperkirakan akan memakan biaya sekitar Rp 800 miliar.
Angka tersebut didapat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah menghitung kebutuhan penanganan 1.638 pelintasan sebidang, dari total anggaran Rp 4 triliun yang disediakan pemerintah.
“Presiden menganggarkan Rp 4 triliun. Tapi setelah perhitungan kami, itu kami kurang lebih hanya membutuhkan sekitar Rp 800 miliar,” ujar Dudy di Gedung DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Menhub: Masih Ada 5 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur yang Dirawat
Oleh karena itu, lanjut Dudy, sisa anggaran tersebut akan disinkronisasi dengan rencana pembangunan flyover dan underpass di sejumlah titik pelintasan sebidang.
“Ya jadi nanti Rp 4 triliun itu juga kita akan sinkronkan dengan pembangunan flyover dan underpass,” jelas Dudy.
Meski begitu, Dudy belum menjelaskan secara detail di mana saja lokasi-lokasi pelintasan sebidang yang akan diperkuat pengamanannya, maupun hendak dibangun flyover atau underpass.
Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan besar-besaran terhadap pelintasan sebidang di seluruh Indonesia.
Baca juga: Menhub Ungkap KA Argo Bromo Melaju 108 Km/jam Sebelum Tabrak KRL di Bekasi Timur
Dia menyebut terdapat sekitar 1.800 titik pelintasan sebidang di Pulau Jawa yang sebagian besar belum terjaga dengan baik.
“Sekarang sudahlah, kami selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera, kami akan perbaiki semua lintasan tersebut,” ujar Prabowo.
Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana membangun pos penjagaan resmi dengan menempatkan petugas.
Opsi lain yang juga direncanakan adalah membangun flyover dan underpass di titik dengan lalu lintas tinggi.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk mempercepat penanganan pelintasan sebidang, guna menekan risiko kecelakaan di masa mendatang.
Baca juga: Menhub Sebut KRL yang Ditabrak Argo Bromo di Bekasi Timur Berhenti karena Kerumunan Warga
Adapun langkah-langkah ini dilakukan setelah terjadinya kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Insiden ini menewaskan 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




