REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingginya harga hunian di pusat Jakarta membuat kepemilikan rumah semakin sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan menengah. Untuk memperluas akses hunian di kawasan strategis, pemerintah dan perbankan mulai menawarkan skema rumah susun subsidi dengan tenor panjang dan bunga tetap.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyediakan pembiayaan rumah susun subsidi di kawasan Stasiun Manggarai melalui program KPR Rusun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hunian tersebut menyasar pekerja yang beraktivitas di kawasan pusat bisnis Jakarta.
- Siap-Siap! BTN Keluarkan KPR Tenor 40 Tahun demi Dukung Program 3 Juta Rumah
- Pramono Pastikan LRT Jakarta Diperpanjang hingga Dukuh Atas, Ini Persiapan Jakpro
- Penyaluran KPR Melambat, OJK Sebut Bank Perketat Manajemen Risiko
Deputy Subsidized Mortgage Division BTN Umi Hardinajati mengatakan, lokasi rusun yang berada dekat pusat perkantoran menjadi nilai tambah bagi masyarakat pekerja di Jakarta.
“Kita punya kantor pusat di Kuningan. Jadi kalau teman-teman BTN nanti punya rumah rusun di Manggarai, pastinya akan dekat ke kantor,” kata Umi saat penandatanganan nota kesepahaman BTN dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemprov DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menurut dia, pemerintah telah mengubah skema harga jual rumah susun subsidi sehingga masyarakat dapat membeli hunian dengan bunga kredit yang lebih terjangkau. BTN juga disebut menjadi bank penyalur terbesar program FLPP pemerintah.
Umi menjelaskan, syarat penerima FLPP antara lain belum pernah memiliki rumah pribadi, belum pernah menerima subsidi perumahan, memiliki masa kerja minimal dua tahun, dan berusia minimal 21 tahun.
Pemerintah juga memperluas batas maksimal penghasilan penerima FLPP di wilayah Jabodetabek. Jika sebelumnya maksimal Rp8 juta per bulan, kini naik menjadi Rp12 juta untuk lajang dan Rp14 juta bagi pasangan menikah.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah memberikan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta dan menetapkan uang muka rumah hanya satu persen dari harga jual unit.
BTN menyebut harga unit rumah susun Manggarai berkisar Rp500 juta hingga Rp630 juta. Untuk unit seharga Rp500 juta, uang muka yang dibutuhkan sekitar Rp5 juta dengan cicilan sekitar Rp2,9 juta per bulan selama 30 tahun.
“Suku bunga enam persen fix selama 30 tahun. Mau nanti naik gaji tiap tahun, angsurannya tetap segitu,” ujar Umi.
Selain FLPP, BTN juga menyediakan pembiayaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) bagi masyarakat dengan penghasilan di atas Rp14 juta atau pelaku usaha. Program itu memiliki tenor maksimal 20 tahun dengan bunga enam persen pada lima tahun pertama dan 9,9 persen untuk tahun berikutnya.




