Grid.ID - Kronologi pria di Grogol Jakbar jadi korban pembacokan saat sedang tertidur. Diduga karena ada motif dendam urusan asmara.
Sosial media dihebohkan dengan video seorang pria yang terluka parah di kawasan Tomang, Jakarta Barat. Narasi awal yang beredar menyebutkan ia adalah korban begal.
Namun fakta yang ada justru penyerangan berupa pembacokan. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/5/2026). Lantas bagaimana kronologinya?
Kronologi
Korban yang bernama Gunawan (33) menceritakan detik-detik mengerikan saat dirinya diserang. Peristiwa itu bermula saat dua orang bersenjata tajam tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya dengan cara mendobrak pintu.
"Posisi lagi tidur. Bangun tidur, dia (pelaku) tendang pintu. Dia masuk terus udah langsung bacok-bacok saya pakai celurit itu," ungkap Gunawan, dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, ada dua orang pelaku yang datang menenteng senjata tajam jenis celurit. Sementara saat itu Gunawan tak berdaya menerima bacokan bertubi-tubi yang mengenai bagian kepala dan tangannya.
"Bacoknya banyak. Ini ada beberapa di kepala sama tangan, mungkin sembilan bacokan ada," ucapnya.
Saat diserang, Gunawan sempat mencoba berteriak tetapi tidak ada tetangga yang mendengarnya. Dalam kondisi itu ia memberanikan diri untuk melawan pelaku dan mencari celah untuk melarikan diri.
"Saya melawan di sini, di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya dalam kamar. Saya lari, saya melawan sedikit. Saya lengah, saya lari. Itu posisi sudah penuh bacokan, muka sudah penuh darah," jelas Gunawan.
Ia kemudian berlari ke luar sambil bersimbah darah untuk meminta pertolongan. Beruntung saat itu ada tukang bengkel yang menghampiri dan memberikan pertolongan pertama padanya.
Kronologi pria di Grogol Jakbar jadi korban pembacokan saat sedang tertidur diduga karena ada motif dendam urusan asmara. Menanggapi simpang siur informasi di masyarakat, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan angkat bicara.
"Tapi bukan pembegalan itu, indikasi awalnya karena ada masalah pribadi antara korban dengan pelaku karena masalah asmara," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.
"Dari keterangan korban (dugaan motif dendam pribadi), enggak ada sama sekali juga barang milik korban yang diambil," tambahnya.
Kini pihak kepolisian telah mengidentifikasi identitas terduga pelaku. Pengejaran secara intensif pun dilakukan. (*)
Artikel Asli




