Tolak Promosi Film DOSA karena Ada Adegan Dewasa, HAS Pictures Somasi Ratu Sofya

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Nama Ratu Sofya kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya dilaporkan mendapat somasi dari rumah produksi HAS Pictures. Somasi tersebut dilayangkan karena sang aktris disebut menolak ikut mempromosikan film yang dibintanginya berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Kasus ini pun memicu perhatian luas publik karena berkaitan dengan dugaan ketidaknyamanan Ratu Sofya terhadap adegan dewasa yang ada di film tersebut. Polemik semakin memanas setelah kedua belah pihak saling memberikan pernyataan berbeda mengenai situasi yang terjadi selama proses produksi berlangsung.

Mewakili pihak rumah produksi, Reza Aditya menjelaskan alasan di balik langkah somasi yang akhirnya ditempuh HAS Pictures. Dalam keterangannya di kanal YouTube Reyben Entertainment pada Kamis, (21/5/2026), Reza mengatakan bahwa Ratu Sofya menolak terlibat dalam agenda promosi karena merasa kurang nyaman dengan isi film tersebut.

“Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo gitu karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini gitu,” ujar Reza Aditya.

Menurut Reza, ketidaknyamanan itu berkaitan dengan adanya adegan dewasa atau sex scene di dalam film. Namun ia menegaskan bahwa adegan tersebut bukan sekadar eksploitasi semata, melainkan bagian penting dari cerita yang memiliki makna dan filosofi tertentu.

“Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar gitu, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak, ini ada filosofinya, ini ada ceritanya,” paparnya.

Tak hanya membahas soal promosi film, Reza Aditya juga membantah tudingan bahwa Ratu Sofya merasa tidak nyaman selama menjalani syuting. Ia mengklaim kondisi di lokasi syuting berlangsung kondusif dan profesional.

Menurut Reza, selama proses produksi berjalan, Ratu Sofya justru terlihat menikmati pekerjaannya. Mulai dari tahap casting, reading, hingga pengambilan gambar disebut berjalan tanpa masalah berarti.

“Dari proses casting, reading dan syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting gitu,” kata Reza.

Reza bahkan mengaku heran dengan perubahan sikap dan pernyataan Ratu Sofya yang belakangan ramai muncul di publik dan media sosial.

“Kok begitu sih kamu Dek? Ngomongnya beda ya? Di lokasi syuting juga beda, di podcast itu beda ketika kamu sudah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah,” ujarnya.

 

Salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan dalam kontroversi ini adalah soal penggunaan body double untuk adegan dewasa. Sebelumnya, Ratu Sofya disebut sempat mengaku tidak nyaman karena tidak disediakan pemeran pengganti dalam adegan tertentu.

Namun tudingan itu langsung dibantah pihak produksi. Rekan Reza Aditya yang bernama Putri menjelaskan bahwa tim produksi sebenarnya sudah menyediakan body double untuk Ratu Sofya. Akan tetapi, tawaran tersebut justru ditolak oleh sang aktris sendiri.

“Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, ‘aku bisa kalau cuma kayak gitu aja’ gitu sih,” terang Putri.

Karena dianggap tidak menjalankan kewajiban promosi, HAS Pictures akhirnya mengambil langkah hukum berupa somasi melalui kuasa hukumnya. Pengacara HAS Pictures, Takwa, menegaskan bahwa pihaknya meminta Ratu Sofya segera menjalankan kewajibannya sebagai pemain film.

“Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Takwa.

Tak hanya berhenti di somasi, pihak rumah produksi juga mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah pidana jika teguran tersebut tetap diabaikan. Langkah tersebut diklaim dilakukan demi menjaga profesionalitas dalam industri perfilman.

Sebelum polemik ini mencuat, Ratu Sofya sebenarnya sempat menjadi perbincangan publik lewat pengakuannya yang emosional terkait adegan dewasa yang dijalaninya dalam sebuah film. Dalam video yang sempat viral pada Januari 2026, artis muda itu mengaku melakukan adegan yang menurutnya “tidak pantas” demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Gue harus main film yang ada adegan nggak pantesnya demi keluarga gue bisa dapet duit ratusan juta,” kata Ratu Sofya dengan suara bergetar menahan tangis.

Ironisnya, menurut pengakuannya, uang hasil kerja keras itu justru tidak pernah benar-benar ia nikmati sendiri. Ratu Sofya mengaku seluruh penghasilan selama ini dikelola oleh keluarganya.

“Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue,” ungkapnya.

Tak hanya menanggung kebutuhan keluarga inti, Ratu Sofya juga mengaku harus membantu biaya hidup anggota keluarga lainnya.

“Keluarga inti berenam, ada keluarga lain lagi yang harus gue kuliahin, yang harus gue obatin,” ujarnya.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pascaoperasi Leher, Nikita Mirzani Disebut Kerap Alami Bagian Tubuh Kaku
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kondisi Kampus Binus Usai Kebakaran: Ditutup, Asap Sudah Tak Terlihat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
13 Korban Kekerasan Seksual Dosen UPN Yogya Lapor ke Kampus, Ada Mahasiswi S2
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kandang, kurban, dan kepercayaan publik
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Update Kecelakaan Kereta Bekasi: Berkas Perkara Sudah Dilimpahkan
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.