EtIndonesia. Seorang wanita bermarga Li berusia 57 tahun dari Provinsi Fujian, Tiongkok berulang kali menjalani pengobatan akibat nyeri pinggang dan kaki. Setelah operasi selama 10 jam, dokter berhasil membersihkan ribuan parasit dari sumsum tulang belakangnya dan memastikan ia terinfeksi parasit langka Sparganosis yang disebut “Spirometra erinaceieuropaei” (cacing pita sparganum).
Menurut laporan media pemerintah setempat, Nyonya Li mulai mengalami sakit pinggang dan kaki sejak dua tahun lalu. Ia pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit setempat dan sempat dicurigai menderita tumor sistem saraf pusat.
Pada operasi pertama, dokter hanya melakukan dekompresi dan biopsi, sehingga gejalanya hanya mereda sementara. Karena kondisi ekonomi yang kurang baik, ia tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
Awal tahun ini, rasa sakitnya kambuh dan kondisinya memburuk dengan cepat. Setelah dua bulan perawatan tanpa hasil, ia mulai mengalami kelemahan pada anggota tubuh dan kesulitan berjalan, bahkan hampir lumpuh.
Setelah kembali dirawat di rumah sakit, dokter menelusuri riwayat kesehatan dan kebiasaan hidupnya secara rinci, lalu mulai mencurigai adanya infeksi parasit. Setelah operasi selama 10 jam, dokter terkejut menemukan ribuan parasit putih di dalam sumsum tulang belakangnya.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa Li terinfeksi “Spirometra erinaceieuropaei”, sejenis parasit langka yang sebelumnya lebih sering ditemukan di Eropa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa dilaporkan meningkat di wilayah selatan Tiongkok.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi hewan liar seperti katak, ular, atau belut sawah yang tidak dimasak matang, serta tidak meminum air mentah. Mereka juga mengimbau agar tidak menggunakan daging katak mentah sebagai obat tradisional untuk ditempelkan pada luka, karena dapat menyebabkan infeksi parasit.
Jika mengalami gejala saraf yang tidak diketahui penyebabnya, benjolan di bawah kulit, atau gangguan pada mata, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis dan memberi tahu dokter mengenai riwayat kontak atau konsumsi yang relevan agar diagnosis dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.
Sumber : NTDTV.com





