Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil langkah mengejutkan. Ia mengumumkan penambahan 5.000 pasukan AS ke Polandia.
Pengumuman itu disampaikan Trump beberapa jam setelah pertemuan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan para menteri NATO pada Jumat (22/5) di Swedia.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut hubungannya dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki menjadi alasan di balik pengiriman ribuan pasukan tambahan tersebut. Nawrocki merupakan sosok nasionalis konservatif di Polandia.
“Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia," kata Trump dalam unggahan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.
Keputusan Trump merupakan perubahan sikap yang mengejutkan karena selama berminggu-minggu ia mengkritik keras anggota NATO. Trump marah karena anggota NATO tidak membantu AS dan Israel saat menyerang Iran.
Trump bahkan sempat mengancam akan menarik AS dari keanggotaan NATO, aliansi militer Barat tersebut.
Keputusan Trump disambut baik oleh Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Ia menegaskan saat ini mereka sedang membahas detail pengiriman pasukan tambahan AS ke Polandia.
“Pastinya, saya menyambut baik pengumuman itu,” ucap Rutte.





