Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Menara Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), memutuskan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp400,08 miliar atau setara Rp6,89 per saham kepada para pemegang saham.
Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim Rp399,91 miliar. Dengan demikian, total dividen yang akan dibagikan sebesar Rp800 miliar untuk tahun buku 2025.
Corporate Secretary TOWR Monalisa Irawan mengatakan keputusan pembagian dividen final tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026. Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.
"Perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan sebesar Rp400.086.429.070,01 atau setara Rp6,89 per saham," kata Monalisa dalam keterbukaan informasi, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 3 Juni 2026.
Adapun cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 4 Juni 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 5 Juni 2026. Sementara itu, tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 4 Juni 2026.
Baca Juga
- Daya Tahan Saham Menara TOWR, TBIG, MTEL Cs Saat Pasar Bergejolak
- Emiten Grup Djarum TOWR Cetak Laba Bersih Rp3,67 Triliun pada 2025
- Sarana Menara Nusantara (TOWR) Bakal Buyback Saham Rp300 Miliar
"Tanggal pembayaran dividen tunai TOWR dijadwalkan pada 19 Juni 2026," tambah Gilang.
Manajemen TOWR menegaskan seluruh proses pembagian dividen telah dikoordinasikan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan.
Selain itu, perseroan memastikan pembagian dividen tunai tersebut tidak akan memengaruhi kondisi operasional maupun keberlangsungan usaha perusahaan.
Sebagai informasi, TOWR membukukan laba bersih sebesar Rp3,67 triliun sepanjang 2025. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp21,60 triliun.
Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp27,08 triliun hingga akhir Desember 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





