KINSHASA, KOMPAS.TV - Sekelompok massa Republik Demokratik Kongo membakar rumah sakit yang digunakan untuk merawat pasien penyakit Ebola.
Insiden pembakaran ini terjadi pada Kamis, (21/5/2026), setelah keluarga dan rekan dari pemuda yang meninggal diduga karena Ebola itu dicegah membawa jasadnya untuk dimakamkan.
Diketahui, Republik Demokratik Kongo saat ini tengah dilanda wabah virus mematikan Ebola.
Seorang politikus lokal, Luc Malembe Malembe, mengungkapkan insiden mengerikan saat peristiwa pembakaran terjadi di Rumah Sakit Rwampara.
Ia menuturkan dua tenda telah dibakar massa bersama dengan jasad yang seharusnya dimakamkan.
Baca Juga: Trump dan Netanyahu Bersitegang, Disebut Tak Sepakat Berlanjutnya Perang dengan Iran
"Mereka mulai melemparkan benda-benda ke rumah sakit. Mereka bahkan membakar tenda-tenda yang digunakan sebagai ruang isolasi,” ucapnya dikutip dari BBC.
Di tengah kekacauan tersebut, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan massa.
Akibat serangan tersebut, terdapat petugas medis Rumah Sakit Rwampara yang mengalami luka karena terkena lemparan batu dari massa. Para pekerja medis tersebut kini ditempatkan di bawah perlindungan militer.
Jasad korban Ebola yang meninggal sangat menular. Pihak berwenang di Kongo perlu memastikan penguburan yang aman untuk menghentikan penyebaran virus.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : BBC
- ebola
- republik demokratik kongo
- membakar rumah sakit
- meninggal





