Rosan Sebut Bos Badan Ekspor Luke Mahony Berpengalaman dan Bisa Bahasa Indonesia

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan ada sejumlah alasan di balik penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan Badan Ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurut Rosan, keputusan tersebut didasarkan pada pengalaman panjang Luke di industri mineral global. Ia enggan merinci  apakah penunjukan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Rosan hanya mengatakan keputusan diambil berdasarkan pertimbangan rekam jejak dan kebutuhan penguatan manajemen PT DSI.

"Kami melihat banyak pertimbangan. Ini kan lebih mencari rekam jejaknnya dan pengalaman di perusahaan multinasional," kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta, pada Jumat (22/5).

Luke Thomas Mahony adalah warga negara Australia yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Kinerja Bisnis dan Optimalisasi Danantara sejak September 2025. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Strategi dan Teknis PT Vale Indonesia pada Juli 2024 hingga September 2025.

Selain pengalaman di sektor pertambangan, Luke juga dinilai memiliki kapasitas dalam perdagangan komoditas dan kepemimpinan perusahaan mineral. Rosan menyebut pengalaman pengelolaan bisnis mineral menjadi salah satu faktor utama dalam proses penunjukan tersebut.

Luke Thomas Mahony Miliki Jejaring Internasional yang Luas

Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menilai Luke memiliki jaringan internasional yang luas. Hal ini disebut dapat menjadi modal dalam mendukung pengembangan bisnis serta tata kelola ekspor komoditas nasional.

Selain itu, kemampuan Luke berbahasa Indonesia disebut menjadi nilai tambah dalam membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan di dalam negeri. "Dia (Thomas) bisa bahasa Indonesia juga. Dan, yang paling penting juga kami melihat selama ini di Danantara pekerjaannya juga sangat bagus," ujar Rosan.

Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan sementara PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). (Linkedin)

Sebelum bergabung dengan Vale Indonesia, Luke Thomas pernah menjabat sebagai Global Head of Technology & Innovation (2021–2022), Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology (2019–2021) di perusahaan pertambangan global.

Selain itu, Luke Thomas juga pernah menjabat sebagai General Manager dan Technical Executive di BHP Billiton, serta bekerja di Xstrata Coal dan Baulderstone Hornibrook.

Rosan sebelumnya mengatakan, pemerintah saat ini masih berada dalam tahap awal pembentukan struktur Badan PT DSI. Ia menyampaikan penguatan tim manajemen PT DSI masih terus dilakukan sebelum diumumkan secara penuh kepada publik nantinya.

Publikasi struktur manajemen lengkap PT DSI akan dilakukan setelah proses konsolidasi internal dan penyerapan masukan dari para pelaku usaha, mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) hingga asosiasi sawit.

"Untuk saat ini, (pimpinannya) Luke Thomas," kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta, setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (21/5) sore.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas MBG Jember Rekomendasikan Penutupan SPPG Kaliwates 7 usai Belasan Siswa Diduga Keracunan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Kurangi Reduksi Gas Metan, Menteri Jumhur Gandeng Korsel
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pembagian Daging Kurban di Sleman Diimbau Pakai Kemasan Ramah Lingkungan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Balik Berakhirnya Layanan Hemat Ojol...
• 13 jam lalukompas.com
thumb
9 WNI yang Sempat Ditangkap Israel Tiba di Istanbul, Relawan Global Sumud Flotilla Video Call dengan Menlu
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.