PON 2028 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Sport Tourism Indonesia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional atau PON menjadi salah satu program strategis nasional dalam mewujudkan target pembangunan olahraga Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Marciano saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Kamis 21 Mei 2026

Baca Juga :
KONI Resmi Tetapkan Banten-Lampung Tuan Rumah PON 2032
Era Baru Domino Indonesia Dimulai, PB ORADO Resmi Jadi Anggota KONI

Menurut Marciano, PON bukan sekadar ajang multi-event olahraga nasional. Lebih dari itu, PON merupakan puncak pembinaan olahraga prestasi di Indonesia yang melibatkan seluruh elemen olahraga nasional, mulai dari KONI pusat, KONI daerah, hingga induk cabang olahraga.

“PON adalah tanggung jawab bersama bangsa Indonesia dalam mencetak prestasi olahraga,” ujar Marciano.

Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga membeberkan sejumlah terobosan baru yang dilakukan KONI untuk mengembangkan olahraga nasional. Selain PON utama yang digelar setiap empat tahun sejak 1948, kini hadir sejumlah event baru seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, hingga PON Remaja.

Langkah itu dilakukan demi memperluas pembinaan atlet sekaligus memberi ruang kompetisi lebih besar bagi para atlet di berbagai cabang olahraga.

Marciano mengklaim, program pembinaan olahraga sepanjang 2025 berjalan cukup sukses. Hal itu terlihat dari capaian atlet Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk keberhasilan Indonesia finis di posisi kedua SEA Games Thailand 2025.

Prestasi tersebut disebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan olahraga dari level klub hingga nasional mulai berjalan efektif.

KONI juga menyampaikan apresiasi kepada atlet, pelatih, ofisial, induk cabang olahraga, serta KONI daerah yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga Indonesia.

Salah satu agenda yang dianggap sukses adalah penyelenggaraan PON Bela Diri I 2025 di Kudus yang mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri.

Ke depan, KONI sudah menyiapkan sejumlah agenda besar lain. Di antaranya adalah PON Pantai 2026 yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.

Tak hanya fokus pada prestasi, KONI juga mulai memperluas peran olahraga sebagai alat diplomasi internasional. Marciano mencontohkan program pelatihan atlet petanque Timor Leste di kampus Universitas Negeri Surabaya serta pelatihan atlet voli pasukan pengamanan perdana menteri Kamboja.

Baca Juga :
KONI Bangkitkan Semangat Wismoyo, Siap Lanjutkan Mimpi Besar Olahraga Indonesia
Akuatik Indonesia Dorong Renang Masuk Kurikulum Sekolah Lagi
Luncurkan Indonesia Short Course Emerging Series, KONI Bidik Atlet Renang Tembus Final Olimpiade 2032

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jateng Media Summit 2026 Rumuskan Peta Jalan di Era Disrupsi Digital
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketika Presiden Menyindir Birokrasi di Depan Publik
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Luhut Minta Maaf ke Investor soal Dampak Gejolak Ekonomi RI
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dari 445 Jadi 221 RW, Pemprov DKI Sebut Kawasan Kumuh Jakarta Terus Menurun
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.