Akademisi UGM: Prodi tak Releven di Perguruan Tinggi Dihapus Bak Keputusan Rabun Jauh

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Wisnu Setiadi Nugroho menyatakan rencana pemerintah menutup sejumlah program studi yang tidak relevan dengan kebutuhan ekonomi, merupakan keputusan mengabaikan dinamika masa depan. Ia menganggap perguruan tinggi bukan balai latihan kerja. 

"Pendidikan tinggi bukanlah balai latihan kerja tambahan bagi industri. Menutup prodi hanya karena tidak sesuai dengan selera pasar hari ini adalah bentuk keputusan rabun jauh yang mengabaikan dinamika masa depan," kata Wisnu dalam keterangan di Yogyakarta, Jumat. 

Baca Juga
  • Ungkap Kondisi para WNI yang Disiksa Israel, Maimoen: Banyak Relawan yang Lebih Parah
  • Begini Respons BGN soal Isu Pemberian Susu Formula Bagi Bayi di Program MBG
  • Mengapa Perempuan Lebih Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental?

Menurut Wisnu, kampus tidak seharusnya berfungsi sebagai pabrik yang memproduksi tenaga kerja sesuai pesanan, melainkan institusi yang membentuk manusia dengan kemampuan berpikir, beradaptasi, dan mencipta.

Perguruan tinggi, kata dia, seyogianya kembali menjadi kompas yang mengarahkan peradaban, bukan sekadar baling-baling cuaca yang berputar mengikuti arah angin ekonomi. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Jika kita terus memaksakan logika pasar sebagai satu-satunya ukuran relevansi, yang dihasilkan bukanlah generasi yang siap menghadapi masa depan, melainkan generasi yang dilatih untuk masa lalu," katanya.

Wisnu mengatakan, kebijakan menutup prodi yang sepi peminat atau tidak relevan dengan industri tidak berhenti pada aspek ekonomi. Menyerahkan arah pendidikan tinggi sepenuhnya kepada pasar berarti mengabaikan fungsi sosial dan politik kampus. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gideon Tengker Ngaku 12 Tahun Nomornya Diblokir Nagita Slavina: Telepon Bapakmu
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Alasan Amy Adams Kini Tak Lagi Main Instagram
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kemlu RI Kawal Ketat Proses Pemulangan 9 WNI yang Ditangkap Zionis Israel
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
BPOM Temukan 22 Produk Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Obat
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sebutir Telur per Minggu Dapat Menurunkan Risiko Alzheimer
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.