Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk "Blak-Blakan Bareng TA: Ngomongin Jakarta" di Balai Kota. Kegiatan ini membahas berbagai isu Ibu Kota sekaligus merangkul anak muda untuk berperan aktif dalam pembangunan Jakarta.
Koordinator Staf Khusus (Korsus) Gubernur DKI Jakarta, Prof. Firdaus Ali, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menyelesaikan isu-isu strategis di Jakarta.
“Kami berharap diskusi ini melibatkan anak-anak muda Jakarta yang memiliki kompetensi tinggi untuk mendukung cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” Ujar Korsus Gubernur DKI Jakarta, Prof. Firdaus Ali di Balaikota, Jumat 22 Mei 2026.
Salah satu isu yang menjadi sorotan ialah pengelolaan sampah. Firdaus menegaskan, Pemprov DKI tengah fokus menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Menurutnya, selama ini penanganan sampah di Jakarta terlalu berfokus pada hilir, sementara pengelolaan dari sumber belum berjalan optimal.
“Puluhan tahun kita fokus menangani sampah di hilir, padahal sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 dan Perda Nomor 3 Tahun 2013, penanganan sampah harus dimulai dari hulu,” ungkapnya.
Ia berharap sosialisasi Ingub Nomor 5 Tahun 2026 dapat berjalan maksimal dalam dua bulan ke depan.
Diskusi ini juga menghadirkan sejumlah Tenaga Ahli Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, di antaranya Reinhard Sirait dan Aries Setiawan bid. komunikasi sosial, M. Hikari Ersada bid. pemerintahan, serta Fariz Gamal bid. pembangunan tata kota.




