Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC berhasil mengakhiri kompetisi Super League 2025/2026 dengan kemenangan. Tim berjuluk Singo Edan itu mengalahkan PSIM Yogyakarta 3-1 di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (22/5/2026) sore.
Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC langsung tampil menekan. Baru berjalan kurang dari satu menit, Dalberto sudah menciptakan ancaman lewat sepakan keras dari depan kotak penalti. Namun, lini pertahanan PSIM yang dikomandoi Jop Van der Avert masih mampu menghalau peluang tersebut.
Dominasi tuan rumah akhirnya berbuah gol cepat pada menit keempat. Kesalahan lini belakang PSIM berhasil dimanfaatkan Dalberto yang merebut bola di area berbahaya sebelum mengirim umpan matang kepada Joel Vinicius. Tanpa kesulitan, Joel menaklukkan kiper lawan dan membawa Arema unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, PSIM mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Ze Valente menjadi motor permainan tim tamu yang beberapa kali mengalirkan bola ke lini depan.
Peluang terbaik PSIM datang pada menit ke-12 saat Julian Guevara melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, penjaga gawang Cahya Supriadi tampil sigap dengan menggagalkan peluang tersebut.
Arema nyaris menggandakan keunggulan empat menit kemudian. Dalberto berhasil menusuk ke kotak penalti setelah menerima umpan terobosan, tetapi penyelesaian akhirnya masih melebar tipis di sisi gawang.
PSIM kembali mengancam pada menit ke-23 lewat aksi individu Deri Corfe. Penyerang tersebut sukses melewati Walisson Maia sebelum menciptakan kemelut di depan gawang Arema. Beruntung bagi tuan rumah, Adi Satryo tampil tenang untuk mengamankan situasi.
Laga berjalan semakin terbuka memasuki pertengahan babak pertama. Ezequiel Vidal sempat menguji refleks Adi Satryo melalui tendangan keras pada menit ke-29, tetapi kiper muda Arema itu kembali tampil impresif.
Dalberto kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-36. Berdiri bebas di kotak penalti PSIM, striker asal Brasil tersebut melepaskan sepakan keras, namun bola justru melambung di atas mistar.
Adi Satryo menjadi sosok penting di bawah mistar Arema FC menjelang turun minum. Pada menit ke-38, ia melakukan penyelamatan krusial setelah kesalahan lini belakang hampir dimanfaatkan pemain PSIM.
Tim tamu nyaris menyamakan kedudukan dua menit berselang melalui tendangan jarak jauh Julian Guevara. Sayangnya bagi PSIM, bola hanya membentur mistar gawang.
Hingga babak pertama usai, Arema FC tetap mempertahankan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Singo Edan kembali tampil agresif. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-49 ketika Dalberto sukses mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan skema serangan balik cepat, Dalberto menerima umpan Betinho sebelum melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dihentikan kiper PSIM. Arema FC memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
PSIM tak menyerah begitu saja. Tim asal Yogyakarta itu mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 melalui gol Deri Corfe. Berawal dari assist pendek Nermin Haljeta di dalam kotak penalti, Corfe sukses menaklukkan Adi Satryo dan mengubah skor menjadi 2-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin sengit. Arema tetap tampil menyerang demi mengamankan kemenangan, sementara PSIM terus berupaya mencari gol penyeimbang.
Gol penutup akhirnya lahir pada menit ke-90. Valdeci memastikan kemenangan Arema FC setelah memanfaatkan umpan Dalberto untuk menjebol gawang PSIM.
Skor 3-1 bertahan hingga laga usai. Hasil ini memastikan Arema FC menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil positif di Stadion Kanjuruhan. (faw/aje)




