Jakarta (ANTARA) - Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury menyatakan tetap bertahan bersama tim ini meski terdegradasi ke Liga Championship.
"Apapun kondisinya bahkan terdegradasi juga saya tidak pernah meninggalkan tim ini," kata Imran dalam konferensi pers menjelang laga melawan Persija di Jakarta, Jumat.
Semen Padang akan bertandang ke Jakarta pada Sabtu (23/6) untuk melakoni laga terakhir mereka di Super League, yang juga perjalanan Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Laga tersebut tidak berdampak apa-apa terhadap nasib tim Sumatera Barat itu karena sudah terdegradasi dari Super League sehingga laga nanti hanya menjadi kesempatan bagi Semen Padang untuk menutup musim dengan hasil sebaik mungkin.
Semen Padang menempati peringkat ke-17 dengan 20 poin. Apa pun hasil melawan Persija baik menang, imbang, maupun kalah, tetap tidak mengubah posisi mereka.
Semen Padang juga tengah diguncang isu finansial setelah para pemain belum menerima gaji dari manajemen.
Masalah di luar lapangan seperti persoalan finansial mempengaruhi suasana tim, terutama menyangkut motivasi dan kondisi mental pemain. Meski demikian, tim tetap berusaha menjaga fokus agar menyelesaikan kompetisi dengan baik.
Baca juga: Mauricio Souza ingin Persija tutup musim dengan manis
Imran mengakui kondisi tim sedang mengalami kesulitan, namun ia tidak ingin mengungkapkan seperti apa kondisi tersebut ke publik.
Baginya, kesediaan para pemain untuk bermain pada laga pamungkas melawan Persija sudah merupakan kondisi yang menggembirakan.
Ia menilai semangat dan komitmen para pemain untuk tetap hadir dan menjalankan tugas patut diapresiasi di tengah situasi yang tidak mudah.
"Dengan kondisi saat ini, para pemain mau bermain saja saya pikir sudah sangat luar biasa," katanya.
Imran mengaku situasi yang dihadapi saat ini bukan perkara mudah.
Sebagai pelatih, ia merasakan tantangan besar dalam menjaga kondisi tim agar tetap solid di tengah berbagai persoalan yang terjadi.
Menurutnya, siapa pun yang berada di posisi yang sama kemungkinan akan merasakan kesulitan serupa.
"Dari awal saya katakana bahwa saya akan tetap berjalan dengan tim ini," katanya.
Baca juga: Semen Padang hadapi laga terakhir dalam kondisi tidak ideal
"Apapun kondisinya bahkan terdegradasi juga saya tidak pernah meninggalkan tim ini," kata Imran dalam konferensi pers menjelang laga melawan Persija di Jakarta, Jumat.
Semen Padang akan bertandang ke Jakarta pada Sabtu (23/6) untuk melakoni laga terakhir mereka di Super League, yang juga perjalanan Kabau Sirah di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Laga tersebut tidak berdampak apa-apa terhadap nasib tim Sumatera Barat itu karena sudah terdegradasi dari Super League sehingga laga nanti hanya menjadi kesempatan bagi Semen Padang untuk menutup musim dengan hasil sebaik mungkin.
Semen Padang menempati peringkat ke-17 dengan 20 poin. Apa pun hasil melawan Persija baik menang, imbang, maupun kalah, tetap tidak mengubah posisi mereka.
Semen Padang juga tengah diguncang isu finansial setelah para pemain belum menerima gaji dari manajemen.
Masalah di luar lapangan seperti persoalan finansial mempengaruhi suasana tim, terutama menyangkut motivasi dan kondisi mental pemain. Meski demikian, tim tetap berusaha menjaga fokus agar menyelesaikan kompetisi dengan baik.
Baca juga: Mauricio Souza ingin Persija tutup musim dengan manis
Imran mengakui kondisi tim sedang mengalami kesulitan, namun ia tidak ingin mengungkapkan seperti apa kondisi tersebut ke publik.
Baginya, kesediaan para pemain untuk bermain pada laga pamungkas melawan Persija sudah merupakan kondisi yang menggembirakan.
Ia menilai semangat dan komitmen para pemain untuk tetap hadir dan menjalankan tugas patut diapresiasi di tengah situasi yang tidak mudah.
"Dengan kondisi saat ini, para pemain mau bermain saja saya pikir sudah sangat luar biasa," katanya.
Imran mengaku situasi yang dihadapi saat ini bukan perkara mudah.
Sebagai pelatih, ia merasakan tantangan besar dalam menjaga kondisi tim agar tetap solid di tengah berbagai persoalan yang terjadi.
Menurutnya, siapa pun yang berada di posisi yang sama kemungkinan akan merasakan kesulitan serupa.
"Dari awal saya katakana bahwa saya akan tetap berjalan dengan tim ini," katanya.
Baca juga: Semen Padang hadapi laga terakhir dalam kondisi tidak ideal





