Harga Bahan Pokok di Pasar Baru Bekasi Naik, Pembeli Pilih Kurangi Jumlah Belanjaan

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, membuat sejumlah warga memilih mengurangi jumlah belanjaannya.

Weni (48), pengusaha rumah makan di Bekasi, mengaku bahwa saat ini ia harus mengurangi porsi jualan karena harga bahan baku terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.

“Sekarang semua naik, cabai, bawang, minyak goreng juga mahal. Yang tadinya jualan 100 porsi, paling sekarang 70 porsi aja. Jadi dikurangi jumlah belanjaannya,” ujar Weni saat ditemui Kompas.com di Pasar Baru Bekasi, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Remaja di Jaktim Dibacok gara-gara Teriakan Woi, Dua Pelaku Ditangkap

Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu juga membuat jumlah pembeli di rumah makannya ikut menurun.

Banyak pelanggan kini lebih memilih membawa bekal sendiri dibanding membeli makanan di luar.

"Udah beberapa bulan ini penjualan emang lagi lesu banget," kata dia.

Weni menuturkan, sebelum harga bahan pokok melonjak, dirinya bisa menghabiskan belanja harian hingga jutaan rupiah.

Namun kini, modal tersebut hanya bisa membeli beberapa bahan pokok saja. Dan anjloknya omzet yang ia dapat membuat Weni harus menyesuaikan kebutuhan usaha.

“Dulu belanja bisa jutaan sehari bisa dapat banyak. Sekarang uang Rp 1 juta cuma dapat beberapa macam aja. Enggak komplit,” ujar Weni.

Ia mengaku tetap memilih berbelanja di pasar tradisional karena sudah memiliki pedagang langganan dan dapat menyesuaikan kualitas barang sesuai kebutuhan usahanya.

“Kalau di pasar kan masih bisa pilih-pilih dan sudah punya langganan juga,” kata dia.

Baca juga: Kenapa Harga Cabai, Bawang, dan Daging Ayam di Jakarta Naik? Ini Penjelasan Dinas KPKP

Keluhan serupa disampaikan Laela (36), warga Bekasi Timur, yang mengaku kini semakin jarang berbelanja ke pasar tradisional.

Selain harga kebutuhan pokok yang terus berubah, ia menilai berbelanja ke pasar juga membutuhkan biaya tambahan dan waktu lebih lama.

“Kalau ke pasar kan harus keluar bensin, terus harganya kadang beda-beda. Jadi saya harus muter dulu cari yang paling murah,” ujar Laela.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai, bawang, hingga minyak goreng membuat dirinya harus mengurangi jumlah belanja kebutuhan rumah tangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
007 First Light Siap Rilis Minggu Depan, Tanggal Berapa?
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Komisi IV DPR: PSN Wanam untuk Ketahanan Pangan Jangka Panjang!
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Jalankan Misi Perdamaian, TNI Lepas 744 Personel Satgas Konga UNIFIL ke Lebanon
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
PLN soal Penyebab Listrik Padam di Sebagian Sumatera: Indikasi Awal Gangguan Cuaca di Jambi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
234SC Madiun Gelar Pelantikan dan Konfercab I, Usung Semangat “One Family One Solidarity”
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.