Liputan6.com, Jakarta - Gangguan suplai listrik yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada Jumat (22/5/2026) malam memicu pemadaman total (blackout). Peristiwa ini sempat berdampak pada fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Aceh.
Seorang dokter di RSUD dr Fauziah, dr. Hulaimi, Sp.P., mengungkapkan bahwa aliran listrik di rumah sakit sempat terputus total selama beberapa detik sebelum akhirnya berhasil dialihkan ke daya cadangan.
Advertisement
"Kondisi di rumah sakit saat mati lampu total sempat mati 6 detik, kemudian otomatis hidup lagi karena ada genset yang dioperasikan. Sejauh ini tidak mengganggu operasional RS," ujar dr. Hulaimi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (22/5/2026) malam.
Kendati pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk genset dipastikan aman dan tidak ada kendala medis yang berarti, dr. Hulaimi menggarisbawahi adanya risiko laten jika pemadaman dari pusat berlangsung terlalu lama.
"Tapi kalau di RS matinya lebih dari sejam, mungkin agak mengganggu operasional. Yang lebih mengkhawatirkan kalau lama justru di Puskesmas. Tapi pastinya kami sudah mempersiapkan mitigasi untuk hal-hal seperti itu," tambahnya.
Selain di fasilitas kesehatan, keluhan pemadaman total juga dirasakan langsung oleh masyarakat di pemukiman warga. dr. Hulaimi menceritakan, wilayah tempat tinggalnya di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, mengalami mati lampu sejak pukul 19.05 WIB.
Sebelum benar-benar padam, tegangan listrik sempat fluktuatif dan tidak stabil. Namun, ia memastikan kondisi cuaca di lokasi dalam keadaan cerah dan bersahabat.
"Mati dari jam 19.05 WIB. Sebelumnya sempat redup-redup sampai 5 kali, kemudian mati lampu semua, langsung blackout. Cuaca bagus enggak ada masalah, tapi semua gelap," ungkapnya.




