Teheran (ANTARA) - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa 31 kapal, termasuk kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir di bawah koordinasi dan perlindungan pasukan mereka.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media resmi IRGC, Sepah News, pihak AL IRGC Iran mengatakan bahwa meskipun ada upaya dari militer Amerika Serikat (AS), dan "ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang ditimbulkannya di perairan regional, khususnya di Selat Hormuz, pasukannya berupaya menciptakan jalur yang jelas dan aman bagi lalu lintas kapal dan kelanjutan perdagangan global.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika negara itu menghadang jalur aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan AS pascaserangan gabungan AS-Israel di wilayah Iran.
AS juga memberlakukan blokade laut di selat itu, mencegah kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran untuk melintasi jalur air tersebut.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media resmi IRGC, Sepah News, pihak AL IRGC Iran mengatakan bahwa meskipun ada upaya dari militer Amerika Serikat (AS), dan "ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang ditimbulkannya di perairan regional, khususnya di Selat Hormuz, pasukannya berupaya menciptakan jalur yang jelas dan aman bagi lalu lintas kapal dan kelanjutan perdagangan global.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika negara itu menghadang jalur aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan AS pascaserangan gabungan AS-Israel di wilayah Iran.
AS juga memberlakukan blokade laut di selat itu, mencegah kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran untuk melintasi jalur air tersebut.





