Timwas Haji Temui Jemaah Aceh di Makkah, Soroti Transportasi-Pembimbing Ibadah

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Anggota Timwas Haji DPR 2026 Nasir Djamil menemui jemaah haji asal Aceh di Sektor 6, Makkah, Jumat (22/5). Nasir merupakan anggota Timwas Haji DPR dari unsur Komisi III sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh.

Dalam kunjungan itu, Nasir meninjau sejumlah aspek pelayanan jemaah, mulai dari konsumsi, kondisi penginapan, hingga penyaluran dana wakaf sebesar 2.000 riyal Saudi atau SAR dari Baitul Asyi. Tahun ini, sebanyak 5.426 jemaah asal Aceh menerima dana wakaf tersebut.

Soroti Transportasi Jemaah

Nasir menilai secara umum fasilitas yang diterima jemaah asal Aceh sudah cukup baik. Namun, ia menyoroti persoalan transportasi yang dinilai belum memadai.

"Cuma memang tidak diikuti dengan apa istilahnya itu, transportasi yang memadai. Jadi seluruh calhaj (calon jemaah haji) dari Aceh itu kan sebagian besar ditempatkan di Sektor 6," kata Nasir.

"Fasilitasnya bagus, air bagus, kateringnya juga bagus, tapi memang soal transportasi yang memang tidak begitu menguntungkan bagi calon jemaah haji, sehingga mereka agak jauh ke rumah (hotel) atau ke tempat ibadah," tambah dia.

Menurut Nasir, sejumlah jemaah tetap berharap pemondokan jemaah Aceh berada di Sektor 6. Meski demikian, ia meminta Kementerian Haji Arab Saudi mengevaluasi aspek transportasi bagi jemaah.

Pembimbing Ibadah Dinilai Masih Kurang

Selain transportasi, Nasir juga menerima masukan terkait minimnya jumlah pembimbing ibadah. Menurut dia, kondisi itu membuat sebagian jemaah kesulitan saat menjalankan rangkaian ibadah umrah di Makkah.

"Tapi diharapkan Kementerian Haji bisa mengevaluasi soal transportasi tadi itu. Yang kedua, ini soal pembimbing ibadah ya. Pembimbing ibadah ini memang masih minim sekali, sehingga ketika jemaah itu tiba di Makkah dan melaksanakan ibadah umrah, mereka itu tidak fokus dan terpencar-pencar. Sebab minimnya pembimbing ibadah membuat mereka tidak khusyuk ya dalam melaksanakan tawaf, sai ya," kata Nasir.

Nasir mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah daerah maupun kantor wilayah Kementerian Agama di provinsi untuk memastikan jumlah pembimbing ibadah mencukupi kebutuhan jemaah.

"Jadi jumlah mereka yang ratusan itu tidak bisa di-handle oleh beberapa orang pembimbing ibadah. Apalagi ada juga pembimbing ibadah yang belum pernah misalnya ke Tanah Suci begitu ya. Nah, itu juga sedikit membuat kebingungan begitu, meskipun dia tahu teori dan ya ketika manasik dan lain sebagainya, tapi kan ketika realitas yang dia lihat kan tidak sama dengan teori itu," kata Nasir.

"Nah, karena itu diharapkan pembimbing-pembimbing ibadah ke depan itu ya tidak ada lagi yang tidak pernah ke Tanah Suci, minimal dia sudah pernah umrah ataupun belum pernah haji. Gitu," tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Populer: Kondisi IHSG-Rupiah; KAI Kaji LRT Bogor
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Parlemen Slovenia Pilih Janez Jansa Jadi Perdana Menteri untuk Kali Keempat
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Pastikan Layanan Mulai Normal, Meski Beberapa KA dari Pasar Senen Masih Molor
• 21 jam laludisway.id
thumb
Harga Minyak Dunia Diperkirakan Turun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Minta BMKG Gencarkan Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino Saat Kemarau
• 33 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.