Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyiapkan 300 tangki air bersih dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pada musim kemarau 2026.
"Saat ini telah mulai ada permintaan air bersih jelang musim kemarau 2026," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Sabtu.
Berdasarkan informasi dari BMKG, kata dia, musim kemarau 2026 ini diprediksi lebih panjang dari musim kemarau tahun 2025.
"Kondisi saat ini memang masih terjadi hujan, tapi permintaan air bersih mulai ada meskipun tidak banyak," katanya.
Baca juga: NTB masih diguyur hujan meski El Nino menguat
“Sampai dengan bulan Mei baru tujuh tengki air bersih yang disalurkan dan itu permintaan masyarakat dari beberapa kecamatan seperti Pujut, Praya Timur, dan Kecamatan Jonggat," tambah Ridwan.
Jika belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kata dia, pada Mei sudah masuk musim kemarau yang membuat permintaan air bersih makin tinggi.
Namun beberapa hari terakhir ternyata masih turun hujan yang sangat lebat, yang bahkan membuat adanya pohon tumbang menimpa rumah masyarakat di Desa Kerembong Kecamatan Janapria.
"Kami menyiapkan dua mobil armada yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan air jika ada permintaan dari masyarakat,” katanya.
Baca juga: BNPB bantu 20 tandon air, atasi kekeringan di Lombok Tengah
Saat ini, lanjutnya, dari dinas masih memiliki stok air bersih hingga 200 tangki di PDAM dan 100 stok air bersih yang ada di BPBD, sehingga pihaknya memastikan jika masyarakat membutuhkan air bersih maka dari dinas akan langsung mengantarkan karena memang saat ini ketersediaan air bersih masih aman.
“Yang jelas sekarang kami dari BPBD sudah menyiapkan air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat jika ada permintaan,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan air atau tidak secara berlebihan menjelang musim kemarau 2026 ini.
"Kami harapkan warga mulai melakukan penyimpanan air," katanya.
Baca juga: Polisi salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Lombok Tengah
"Saat ini telah mulai ada permintaan air bersih jelang musim kemarau 2026," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Sabtu.
Berdasarkan informasi dari BMKG, kata dia, musim kemarau 2026 ini diprediksi lebih panjang dari musim kemarau tahun 2025.
"Kondisi saat ini memang masih terjadi hujan, tapi permintaan air bersih mulai ada meskipun tidak banyak," katanya.
Baca juga: NTB masih diguyur hujan meski El Nino menguat
“Sampai dengan bulan Mei baru tujuh tengki air bersih yang disalurkan dan itu permintaan masyarakat dari beberapa kecamatan seperti Pujut, Praya Timur, dan Kecamatan Jonggat," tambah Ridwan.
Jika belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kata dia, pada Mei sudah masuk musim kemarau yang membuat permintaan air bersih makin tinggi.
Namun beberapa hari terakhir ternyata masih turun hujan yang sangat lebat, yang bahkan membuat adanya pohon tumbang menimpa rumah masyarakat di Desa Kerembong Kecamatan Janapria.
"Kami menyiapkan dua mobil armada yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan air jika ada permintaan dari masyarakat,” katanya.
Baca juga: BNPB bantu 20 tandon air, atasi kekeringan di Lombok Tengah
Saat ini, lanjutnya, dari dinas masih memiliki stok air bersih hingga 200 tangki di PDAM dan 100 stok air bersih yang ada di BPBD, sehingga pihaknya memastikan jika masyarakat membutuhkan air bersih maka dari dinas akan langsung mengantarkan karena memang saat ini ketersediaan air bersih masih aman.
“Yang jelas sekarang kami dari BPBD sudah menyiapkan air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat jika ada permintaan,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan air atau tidak secara berlebihan menjelang musim kemarau 2026 ini.
"Kami harapkan warga mulai melakukan penyimpanan air," katanya.
Baca juga: Polisi salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Lombok Tengah





