Peringatan Ebola! AS Meningkatkan Pembatasan Masuk Hinga Ada Penerbangan Dialihkan ke Kanada

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Menanggapi wabah Ebola di Afrika, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan peningkatan penuh terhadap pengawasan masuk dan pemeriksaan kesehatan. Penumpang yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi wilayah wabah wajib masuk melalui Bandara Internasional Dulles di Washington dan menjalani pemeriksaan kesehatan

EtIndonesia. CDC Amerika Serikat mengumumkan bahwa warga negara AS dan pemegang kartu penduduk tetap (green card) yang dalam 21 hari terakhir pernah bepergian ke Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda, wajib memasuki AS melalui Bandara Dulles di Washington untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Pada saat yang sama, pemerintah juga mengumumkan penangguhan masuk bagi warga negara asing terkait.

Selain itu, sebuah penerbangan Air France yang semula menuju Detroit terpaksa dialihkan dan mendarat di Montreal, Kanada, karena salah satu penumpang tidak memenuhi aturan masuk terbaru Amerika Serikat.

Pejabat karantina Kanada mengkonfirmasi bahwa penumpang tersebut tidak menunjukkan gejala, dan kemudian telah dipulangkan kembali ke Paris.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa tujuan utama pemerintah adalah “memastikan virus Ebola tidak masuk ke Amerika Serikat.”

“Tadi malam ada sebuah penerbangan menuju Detroit yang dialihkan, karena kami harus melindungi rakyat Amerika. Jadi tujuan pertama adalah memastikan Ebola tidak pernah masuk ke Amerika Serikat. Tujuan kedua adalah melakukan segala yang kami bisa untuk membantu Republik Demokratik Kongo dan negara-negara tetangganya agar wabah ini tidak menyebar,” ujarnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan program pendanaan untuk membangun 50 klinik sementara pertama di wilayah wabah Afrika guna mendukung penanggulangan epidemi.

Wabah kali ini melibatkan varian langka virus Ebola jenis “Bundibugyo”. World Health Organization telah menetapkan wabah ini sebagai “Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional”.

Berdasarkan statistik terbaru WHO, wabah ini telah menyebabkan 139 kematian dan sekitar 600 kasus suspek, namun skala sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar daripada angka yang ada saat ini.

Laporan jurnalis NTD Television, Zheng Shengxun, dari AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Menulis Daftar Belanja di Kertas Menurut Ilmu Psikologi
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sembilan WNI yang Ditangkap Israel Sudah Bebas, GPCI Pastikan Misi Kemanusiaan ke Gaza Berlanjut
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Lanjut Tidaknya Perang Iran Bikin Trump dan Netanyahu Ribut
• 6 jam laludetik.com
thumb
Alumni GMNI Jakarta Raya dukung penguatan peran BUMN dalam ekspor SDA
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Ditinggal ke Kroasia Jelang Laga Pamuungkas, Komunikasi Jadi Kunci Bojan Hodak Merasa Aman Tinggalkan Persib
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.