Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan seluruh satuan TNI AL di daerah telah menggelar program menanam kedelai secara serentak.
Hal tersebut dilakukan jajaran TNI AL dalam rangka memperkuat ketahanan pangan wilayah, sesuai dengan program pemerintah pusat.
"Program ini digerakkan melalui Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) TNI AL di daerah, seperti Kodaeral, Pangkalan TNI AL (Lanal), serta satuan-satuan Korps Marinir, di bawah koordinasi dari Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral)," kata Tunggul kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: TNI AL klaim bisa panen dua sampai empat ton kedelai di setiap wilayah
Tunggul menjelaskan, satuan-satuan TNI AL di daerah itu mencari lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami kedelai.
Dalam proses pengelolaan lahan, TNI AL tidak hanya mengerahkan personelnya saja melainkan juga merangkul warga sekitar untuk ikut serta menanam kedelai.
Hal tersebut dilakukan TNI AL agar warga bisa teredukasi di bidang cocok tanam kedelai sehingga ke depan bisa membuat perkebunannya sendiri.
"Personel TNI AL khususnya Babinpotmar bertindak sebagai dinamisator, pendamping, dan penyedia fasilitas, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan bersama-sama dengan warga agar hasilnya dapat langsung membantu perekonomian masyarakat setempat," kata Tunggul.
Hasil dari pengelolaan lahan kedelai yang dilakukan TNI AL pun dinilai Tunggul cukup banyak. Dia mengatakan, di beberapa daerah pihaknya berhasil memanen dua sampai empat ton kedelai.
"Sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang Panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 hektare, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektare," kata Tunggul.
"Sedangkan pekan lalu di Nganjuk Jawa Timur dengan luas lahan 400 hektare, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare," tambah dia.
Baca juga: Politik kemarin, Kapuspen TNI baru hingga soal pembebasan WNI
Tunggul melanjutkan, hingga saat ini aktivitas penanaman kedelai oleh prajurit TNI AL dan warga masih dilakukan di beberapa daerah.
Dengan adanya program ini, Tunggul meyakini ketahanan pangan dan perekonomian di wilayah akan semakin kuat.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya memberikan tugas untuk TNI AD dan TNI AL dalam menggerakkan program ketahanan pangan.
"Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai," kata Sjafrie saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Menurut Sjafrie, TNI AL diberi tugas untuk menanam kedelai karena selama ini Indonesia mengandalkan kedelai produk impor sebanyak dua ton untuk menutupi kebutuhan nasional.
Padahal, dia menerima informasi bahwa kedelai yang dikirim dari luar negeri ke Indonesia merupakan bahan dasar untuk makanan ternak.
"Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” kata dia dalam rapat tersebut.
Baca juga: Bulog siapkan konsep bantuan beras natura bagi ASN dan TNI-Polri
Hal tersebut dilakukan jajaran TNI AL dalam rangka memperkuat ketahanan pangan wilayah, sesuai dengan program pemerintah pusat.
"Program ini digerakkan melalui Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) TNI AL di daerah, seperti Kodaeral, Pangkalan TNI AL (Lanal), serta satuan-satuan Korps Marinir, di bawah koordinasi dari Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral)," kata Tunggul kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: TNI AL klaim bisa panen dua sampai empat ton kedelai di setiap wilayah
Tunggul menjelaskan, satuan-satuan TNI AL di daerah itu mencari lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami kedelai.
Dalam proses pengelolaan lahan, TNI AL tidak hanya mengerahkan personelnya saja melainkan juga merangkul warga sekitar untuk ikut serta menanam kedelai.
Hal tersebut dilakukan TNI AL agar warga bisa teredukasi di bidang cocok tanam kedelai sehingga ke depan bisa membuat perkebunannya sendiri.
"Personel TNI AL khususnya Babinpotmar bertindak sebagai dinamisator, pendamping, dan penyedia fasilitas, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan bersama-sama dengan warga agar hasilnya dapat langsung membantu perekonomian masyarakat setempat," kata Tunggul.
Hasil dari pengelolaan lahan kedelai yang dilakukan TNI AL pun dinilai Tunggul cukup banyak. Dia mengatakan, di beberapa daerah pihaknya berhasil memanen dua sampai empat ton kedelai.
"Sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang Panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 hektare, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektare," kata Tunggul.
"Sedangkan pekan lalu di Nganjuk Jawa Timur dengan luas lahan 400 hektare, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare," tambah dia.
Baca juga: Politik kemarin, Kapuspen TNI baru hingga soal pembebasan WNI
Tunggul melanjutkan, hingga saat ini aktivitas penanaman kedelai oleh prajurit TNI AL dan warga masih dilakukan di beberapa daerah.
Dengan adanya program ini, Tunggul meyakini ketahanan pangan dan perekonomian di wilayah akan semakin kuat.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya memberikan tugas untuk TNI AD dan TNI AL dalam menggerakkan program ketahanan pangan.
"Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai," kata Sjafrie saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Menurut Sjafrie, TNI AL diberi tugas untuk menanam kedelai karena selama ini Indonesia mengandalkan kedelai produk impor sebanyak dua ton untuk menutupi kebutuhan nasional.
Padahal, dia menerima informasi bahwa kedelai yang dikirim dari luar negeri ke Indonesia merupakan bahan dasar untuk makanan ternak.
"Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” kata dia dalam rapat tersebut.
Baca juga: Bulog siapkan konsep bantuan beras natura bagi ASN dan TNI-Polri





