PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 7,26 triliun, anjlok 59,1 persen dari capaian laba bersih pada tahun 2024 yang sebesar Rp 17,76 triliun.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan laba bersih perusahaan yang menurun ini disebabkan dinamika ekonomi yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp 12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (23/5).
Kendati demikian, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp 582,68 triliun, tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 545,38 triliun.
Kenaikan pendapatan didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Darmawan menyampaikan hal ini berkat berbagai program pemerintah mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat.
"Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh. Sementara pertumbuhan daya tersambung pelanggan mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
Penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp 2,24 triliun, meningkat 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.
"Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” jelas Darmawan.





