JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akan memeriksa akun-akun yang menyebarkan hoaks mengenai model berinisial ADV alias AWS dibegal di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, usai memeriksa ADV.
Hal ini dilakukan karena, polisi masih menemukan akun-akun yang mengunggah kabar bohong tersebut meski sudah dijelaskan bahwa pengakuan ADV dibegal tidak benar.
“Ya pasti (akan diperiksa akun-akun penyebar hoaks begal). Kami juga kemungkinan akan memanggil beberapa akun-akun yang me-repost, terus masih menyampaikan tentang kejadian itu, ketika sudah dirilis masih membuat disinformasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Masuki Hari Keenam, Kebakaran Gudang Plastik di Jakbar Belum Sepenuhnya Padam
Menurut dia, pemanggilan akun tersebut bukan untuk penegakan hukum, tetapi meluruskan informasi hoaks yang sudah beredar di media sosial dan menimbulkan keresahan publik.
Para pemilik akun nantinya diminta menghapus unggahan terkait hoaks tersebut.
“Terhadap disinformasi ini kami harus meluruskan, tapi tujuannya adalah untuk mengedukasi. Nah kita lihat, kan sudah banyak juga beberapa akun yang sudah men-take down, menurunkan kontennya ya. Nah kami mengapresiasi, karena jangan beri ruang disinformasi bagi kita,” tutur Budi.
Ia juga menambahkan, kepolisian akan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam menyebarkan atau memperkuat isu yang dapat memicu keresahan masyarakat, mengingat beberapa kasus kriminal di Jakarta Barat kerap viral di media sosial.
“Artinya, apakah ada afiliasi, ada potensi-potensi memang sengaja dalam tanda kutip membuat gaduh,” kata Budi.
Hal senada disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.
Ia menilai, banyaknya unggahan terkait kejahatan jalanan di Jakarta Barat membuat seolah-olah wilayah tersebut paling rawan, padahal berdasarkan data kepolisian, kasus serupa tersebar di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Hari ini, menurut data dan fakta sebenarnya, ini cukup menyebar (lokasinya). Namun memang yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial seolah itu terjadi seluruhnya di Jakarta Barat,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.
Baca juga: Lara ART di Kelapa Gading Jakut, Jadi Korban Pemerkosaan Sopir pada Hari Pertama Kerja
Sebelumnya, Budi menyebutkan bahwa pernyataan ADV yang mengaku sebagai korban begal adalah informasi bohong (hoaks).
Setelah diverifikasi, ADV mengaku iseng dan sengaja menggunakan gelombang pembicaraan tentang begal di Jakarta Barat.
“Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi tadi siang dan sudah dilakukan pendalaman,” jelas Budi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/5/2026).
Polisi juga sudah sempat mengklarifikasi informasi tersebut kepada pihak rumah sakit yang disebut sebagai rujukan korban. Hasilnya, tak ada nama ADV yang terdaftar selama satu bulan terakhir.





