PADANG, KOMPAS — Sistem listrik di Sumatera Barat yang terdampak pemadaman total atau blackout di wilayah Sumatera Bagian Utara berangsur pulih. Hingga Sabtu (23/5/2026) pagi, sekitar 73 persen sistem listrik di Sumbar sudah pulih. Masyarakat pun berharap ada pemberitahuan dan estimasi waktu yang jelas saat terjadi pemadaman.
“Info listrik Sumbar, Sabtu (23/5/2026), pukul 07.20 WIB, 73 persen sistem Listrik Sumbar sudah pulih normal, 21 gardu induk sudah menyala semua,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar Ajrun Karim, Sabtu.
Di Kota Padang, Sumbar, listrik padam dari Jumat (22/5/2026) malam, yakni sejak maghrib hingga tengah malam. Bahkan ada yang padam pada dini hari. Di Kelurahan Dadok Tunggul, misalnya, listrik baru menyala pada pukul 02.25. Pemadaman berjam-jam itu berdampak signifikan pada masyarakat, termasuk UMKM.
Mardian Fauzi (30), pengusaha jahit salempang wisuda di Kelurahan Air Tawar Barat, misalnya, tidak dapat bekerja pada Jumat malam. Padahal, saat itu, pesanan dari pelanggan relatif banyak.
“Saya tidak dapat bekerja sama sekali karena 95 persen aktivitasnya bergantung pada listrik,” kata Mardian, pemilik usaha Salempang Kelok S.
Mardian mengatakan, Jumat malam itu, ia berupaya menjelaskan kepada pelanggan kendala yang ia hadapi dan meminta menunggu hingga listrik menyala. Namun, hingga ia tidur sekitar pukul 23.30, listrik belum juga hidup. Ia baru tahu listrik kembali menyala pada Sabtu pagi.
Mardian pun tidak menyalahkan adanya pemadaman listrik. Namun, ia berharap kepada PLN, jika hendak melakukan pemadaman, semestinya ada pemberitahuan. Jika pun insidennya mendadak, seharusnya ada estimasi waktu yang jelas kapan listrik dapat menyala kembali.
“Jadi, dengan adanya pemberitahuan pemadaman atau estimasi waktu yang jelas, saya bisa melakukan antisipasi dan memberikan kepastian kepada pelanggan,” kata Mardian.
Selain itu, Mardian berharap pula ada antisipasi secara lokal. Jadi, jika ada kendala di suatu daerah, tidak semua daerah terkena imbas pemadaman.
Pemadaman listrik juga berdampak pada usaha melon hidroponik Kelompok Tani Muda Tekate Farm di Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Instalasi melon hidroponik ini menggunakan pompa listrik untuk distribusi air nutrisi.
Zakky Stany (29), salah seorang pendiri Tekate Farm, mengatakan, ia dan kawan-kawan mesti menggunakan cara manual untuk distribusi air nutrisi agar melon mereka tidak mati. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengisi air nutrisi dengan menggunakan galon isi ulang.
Menurut Zakky, kondisi listrik di lokasinya kini sudah kembali normal. Namun, untuk ke depan, ia berharap ada pemberitahuan pemadaman dan estimasi waktunya. “Jadi, kami tidak perlu kalang kabut mencari alat dan segala macamnya,” katanya.
Sebelumnya, terjadi pemadaman total listrik sejak Jumat, pukul 18.44 di wilayah Sumbagut. Pemicunya adalah terjadinya gangguan jalur transmisi 275 kilo volt (kV) Muaro Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. Provinsi terdampak adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, dan Riau.
Ajrun mengatakan, meski semua gardu induk di Sumbar kini telah menyala, masih ada 107 penyulang (feeder) dari total 394 penyulang yang masih padam.
Ada 13 kabupaten/kota di Sumbar yang terdampak sebagian padam, yaitu Padang, Pariaman, Dharmasraya, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluk Kota, Solok (kabupaten), Sijunjung, dan Solok Selatan.
“Dari 19 kabupaten/kota, sebagian besar sudah menyala. Ada beberapa daerah kecamatan atau desa di 13 daerah tersebut masih belum menyala,” ujarnya.
PLN sedang berupaya mempercepat pemulihan agar distribusi listrik sampai ke pelanggan. “Semoga (Sabtu) sebelum pukul 12.00 bisa menyala semua,” katanya.
Ajrun menambahkan, kondisi infrastruktur kelistrikan di Sumbar aman dan tidak ada kerusakan. Adapun “blackout” Sumbagut yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) sejak sore dipicu oleh jaringan di luar Sumbar.





