JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tampak lengang setelah batalnya festival budaya Jepang Djakarta Ennichi 2026 yang sedianya digelar pada hari ini, Sabtu (23/5/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi sejak pukul 10.30 hingga 11.50 WIB menunjukkan area yang sebelumnya disiapkan untuk festival terlihat sepi pengunjung. Hujan yang sempat mengguyur turut membuat suasana semakin sunyi.
Beberapa tenda putih yang diduga akan digunakan sebagai tenant masih berdiri di sejumlah titik area Lapangan Banteng. Namun, sebagian tenda lainnya tampak mulai dibongkar petugas, menandakan festival tersebut dipastikan batal digelar.
Tenda utama yang berada di depan kawasan Monumen Pembebasan Irian Barat juga tidak beroperasi. Tidak terlihat aktivitas persiapan acara maupun keramaian seperti yang biasa terjadi pada sebuah festival.
Salah satu calon pengunjung, Sely (25), mengaku baru mengetahui pembatalan acara saat dalam perjalanan menuju Lapangan Banteng.
“Saya enggak sempat cek informasi. Tiba-tiba sekitar jam setengah sembilan pagi lihat beritanya batal,” ujar Sely kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Sely yang berasal dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengaku kecewa karena telah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk menghadiri festival budaya Jepang tersebut.
“Jujur kecewa banget. Persiapannya sudah dari tiga bulan sebelumnya. Saya juga sudah bayar HTM Rp 700.000 untuk dua hari,” kata dia.
Ia mengatakan, demi menghadiri acara tersebut dirinya bahkan rela menggunakan uang tabungan untuk menyewa kostum dan perlengkapan lainnya.
“Saya sudah excited banget. Ini sampai sewa kostum untuk dua hari. Jadi benar-benar kecewa dan syok,” ujar Sely.
Setelah mengetahui pembatalan acara, Sely mengaku baru mendapat informasi dari salah seorang panitia terkait pengembalian dana tiket masuk.
"Ini baru masuk info dari panitia kalau acaranya batal. Itupun cuma permintaan maaf dan janji untuk refund yang masuk,” kata dia.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan proses pengembalian dana tersebut dilakukan.
Sely mengatakan dirinya mulai menyukai budaya Jepang sejak 2016 dan baru kali ini mengalami pembatalan acara berskala besar yang persiapannya dinilai sudah matang.
“Baru pertama kali ini gagal. Dan ini persiapannya sudah matang. Apalagi ini kan event besar ya, jadi percaya saja sama mereka,” ujar dia.





