WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) memutuskan menunda penjualan senjata senilai USD14 miliar atau sekitar Rp247,8 triliun ke Taiwan dengan alasan perang Iran.
Penjabat Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao menegaskan penundaan itu disebabkan karena AS menginginkan adanya cukup persenjataan untuk operasi militernya di Iran yang bernama sandi Epic Fury.
“Saat ini kami sedang melakukan jeda guna memastikan bahwa kami memiliki amunisi yang dibutuhkan untuk Epic Fury, yang mana persediaannya sangat melimpah,” kata Cao dalam sesi dengar pendapat di Senat AS, Kamis (21/5/2026), dilansir BBC.
“Kami hanya memastikan bahwa segala sesuatunya telah lengkap. Setelah itu, penjualan militer ke luar negeri akan dilanjutkan kembali ketika pihak pemerintah memandangnya perlu,” tambahnya.
Baca Juga: Putin Tuding Ukraina Serang Asrama Pelajar dan Tewaskan 6 Orang, Ancam Lakukan Serangan Balasan
Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan mengungkapkan pada Jumat (22/5/2026), mereka telah menerima informasi mengenai penyesuaian AS terhadap penjualan senjata tersebut.
Penundaan penjualan senjata ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Penjualan senjata AS ke Taiwan sejak lama mengganggu Beijing, mengingat mereka menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.
Trump sebelumnya sempat mendiskusikan detail penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi.
Padahal, berdasarkan kesepakatan jaminan AS kepada Taiwan 1982, Washington telah berjanji tak berkonsultasi dengan China mengenai masalah tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : BBC
- taiwan
- perang iran
- china
- donald trump
- xi jinping
- penjualan senjata ke taiwan





