Sebanyak 50 pelari dari 12 komunitas lari memeriahkan pra-acara kedua Suroboyo 10K, Sabtu (23/5/2026) pagi, di kompleks Balai Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pra-acara kedua berupa lomba estafet 4×150 meter yang bertajuk ”Project: You.” Estafet antarkelompok beranggotakan empat pelari ini termasuk dalam rangkaian kegiatan menuju Suroboyo 10K pada 7 Juni 2026. Suroboyo 10K ialah ajang lari kedua atau setelah Bandoeng 10K dalam The Ultimate 10K Series oleh Harian Kompas dan Bank BJB.
”Project: You” yang berupa estafet menghadirkan suasana kompetitif atau persaingan antarkomunitas lari. Pesertanya dari Delta Runner, GSC, ILS Runner, Indorunner Gresik, Indorunner Surabaya, Iso Mlayu, Jete Run, MTT, KecaKecu Runner, SMB, Union, dan Team Suroboyo.
Tepat pukul 05.52 WIB, estafet dimulai. Pelari pertama memacu diri sambil membawa boneka anak buaya dari karet. Anak buaya disebut rete atau krete dalam bahasa Jawa dialek Arekan atau Suroboyoan.
Lintasannya ialah dari dan ke garis lomba di Jalan Sedap Malam di samping utara Rumah Dinas Wali Kota Surabaya. Rute yang dilewati pelari ialah Jalan Sedap Malam, belok utara ke halaman Balai Kota Surabaya tembus Jalan Jaksa Agung Suprapto, belok selatan ke Jalan Walikota Mustajab, dan berakhir di Jalan Sedap Malam.
Dengan estafet, komunitas yang terdiri dari empat pelari harus mengandalkan kecepatan, strategi, dan kekompakan. Boneka harus diserahkan oleh pelari kepada rekannya bukan dilempar.
Estafet ini seolah menebalkan semangat khas Arek Surabaya yang dikenal berani atau wani cenderung nekat ”gaspol” alias sekencang-kencangnya. Berani kencang mungkin merepresentasikan karakter kehidupan Bumi Pahlawan yang kompetitif dan pantang kendur.
Dengan estafet, peserta pra-acara kedua ini diharapkan mendapat pengalaman atraktif, kesadaran, hingga keterikatan untuk Suroboyo 10K melalui promosi di media massa dan media sosial.
Pemenang ”Project: You” ialah Delta Runner dengan anggota Sakhi, Rian, Febri, dan Nana sehingga mendapat trofi Raja Kebut Sejati dan uang tunai. Urutan kedua ialah Indorunner Surabaya dengan anggota Rangga, Atha, Bagas XS, dan Thalita sehingga mendapat piala ”Nyaris Raja Kebut” dan uang tunai juga. Posisi ketiga ialah GSC dengan anggota Bambang, Calvin, Nathan, dan Alicia sehingga mendapat beker cawan ”Spesialis Podium Tipis” dan uang tunai.
Selain estafet, "Project: You” dengan pusat kegiatan di pelataran Ragi Bake House dimeriahkan permainan, pembagian kuota untuk Suroboyo 10K, gelar wicara, dan hiburan.
Adapun pra-acara pertama dipusatkan di Kopi Nako Daur Baur pada Sabtu (11/4/2026). Saat itu, kegiatan bertajuk ”City Touchdown Suroboyo 10K” ialah berlari 3.000 meter ulang alik kedai oleh 120 pelari dari 13 komunitas lari. Selain itu, hiburan, pemberian kuota Suroboyo 10K, dan gelar wicara.
Dua ajang pra-acara menandakan Kompas dan Bank BJB membangun hubungan erat dan relevan dengan peserta Suroboyo 10K. Apalagi, ajang lari di ibu kota Jatim ini yang perdana dalam The Ultimate 10K Series. Penyelenggaraan dimulai dengan Bandoeng 10K (17 Mei 2026) diikuti Suroboyo 10K (7 Juni 2026), Tangerang 10K (13 September 2026), dan Semarang 10K (13 Desember 2026)
Untuk Suroboyo 10K dibuka hanya bagi 3.000 pelari. Sebagian kecil pelari dari komunitas sudah mendapat kuota dari pelaksanaan kedua pra-acara tadi. Ajang di Bumi Pahlawan direncanakan dengan garis mulai dan akhir di pelataran Balai Kota Surabaya tepi Jalan Walikota Mustajab.
Dalam Suroboyo 10K nanti diberlakukan batas titik atau cut off point (COP) 5.000 meter di 50 menit. Namun, batas waktu atau cut off time (COT) 120 menit. Penyelenggara akan mengganjar hadiah uang tunai bagi pemenang sekaligus yang mampu memecahkan rekor lomba lari jalan raya 10.000 meter (10K).
Dalam jumpa pers dan gelar wicara, Manager Event Harian Kompas Sri Aswito Zainul mengatakan, Bandoeng 10K berlangsung dengan lancar dan sukses. Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh kegiatan itu sehingga antusiasme terutama dari warga sungguh terasa.
Aswito mengklaim, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berjanji akan datang ke Surabaya dan membawa sepuluh pelari terbaik dalam Bandoeng 10K yang merupakan warga kota berjuluk Paris van Java tersebut.
Dukungan juga akan hadir dari pejabat teras Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Semarang. Ketiga pejabat utama hadir saat Bandoeng 10K menandakan keinginan kuat dalam kolaborasi jejaring metropolitan di Pulau Jawa melalui The Ultimate 10K Series.
Seri ini mengajak dan menantang para pelari untuk menyelesaikan lomba di Bandoeng, Suroboyo, Tangerang, dan Semarang. Yang mampu tamat meskipun tidak dalam satu musim (tahun) pelaksanaan, akan mendapat medali khusus alias keping kelima yang prestisius dan eksklusif. Ini terinspirasi dari Six Star Medals yang paling prestisius sejagat bagi pelari yang menyelesaikan enam maraton terakbar dalam semusim yakni Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York.
”Persiapan kian intens untuk memastikan pengalaman lomba yang menyeluruh, selamat, aman, dan nyaman. Kami berharap Suroboyo bisa pecah juga bahkan lebih,” kata Aswito.
Aswito melanjutkan, empat kota di The Ultimate 10K Series berusaha menampilkan kekhasan. Bandoeng terasa hangat, ceria, dan kreatif. Suroboyo ingin menghadirkan energi ajang yang lebih tebal, ekspresif, dan semangat yang meledak. Apalagi, Suroboyo 10K berselang sepekan dari 733 Tahun Surabaya yang diperingati pada 31 Mei 2026.
Menurut Manager Funding Retail & Digital Banking Kantor Wilayah 5 Bank BJB Dondy Fabriananta, ”Project: You” diharapkan menguatkan ikatan untuk kesuksesan Suroboyo 10K.
”Senang sekali dengan antusiasme di Bandoeng 10K dan diharapkan Suroboyo 10K bisa meledak juga,” kata Dondy.
Dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya dan warga Bumi Pahlawan akan membuat Suroboyo 10K memiliki atmosfer ajang yang hidup dan berkesan mendalam sehingga tak terlupakan.
Dari dua pra-acara, menurut Dondy, dukungan dan keterlibatan komunitas untuk Suroboyo 10K menguat. Antusiasme dan semangat yang berani dari komunitas-komunitas dalam pra-acara terlihat dan terasa.
”Kesan kompetitif dan berani terasa dan semoga nanti semakin tebal saat Suroboyo 10K,” kata Dondy.
Bank BJB mendukung The Ultimate 10K Series termasuk di Jateng dan Jatim untuk menyapa nasabah mereka yang tersebar di mana-mana.
”Kami punya program khusus yaitu Series Pass untuk para sahabat yang ingin menyelesaikan The Ultimate 10K Series dengan lebih mudah dan nyaman. Runners langsung mendapat slot untuk empat kota sekaligus tanpa harus war atau berebut tiket di setiap kota,” ujar Dondy.
Manager Bisnis Retail 2 Bank BJB Cabang Surabaya Ronald Yhudisaria menambahkan, dalam rangkaian ajang, pelari bukan sekadar menajamkan rekor atau capaian pribadi. Kalangan pelari ada yang ingin mencapai status eksklusif alias elite ketika mengikuti dan menamatkan The Ultimate 10K Series.





