Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kolaborasi strategis. Kolaborasi dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) "Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways".

Penandatangan MoU ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara IPA Convex 2026. 

Baca Juga :
Heboh di Media Sosial Merk Kendaraan Tertentu Tak Boleh Pakai Pertalite, Pertamina Buka Suara
Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi, Portfolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini dengan Chief Operating Officer (COO) ERIA Dr. Takayuki Yamanaka.

Emma menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian energi nasional dan juga mendukung transisi energi.

Untuk itu, Pertamina terus mengembangkan kapabilitasnya dan kemampuannya dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga-lembaga pemikir (think tank).

"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," jelas Emma.

Emma menjelaskan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. 

Nota Kesepahaman ini mencakup dua pilar utama kerja sama, yakni analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi, serta pengembangan kapasitas (capacity building) dan pertukaran pengetahuan (knowledge exchange).

Implementasi nota kesepahaman akan dilaksanakan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir (think tank) strategis di Pertamina. 

"Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan," kata Emma.

Emma juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Pertamina di kawasan regional di tengah dinamika transisi energi global yang terus berkembang.

"Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak," katanya.

Pada sesi yang sama, Pertamina Grup juga melakukan penandatangan penandatanganan beberapa kerjasama diantaranya JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pupuk Indonesia; HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon serta MOU CCS di Wilayah Kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE dan ERIA.

Baca Juga :
Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Pastikan Tidak Ada Pengalihan LPG ke Minyak Tanah di Papua Barat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Optimalkan Penyaluran Biosolar di Kota Padang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Bidik Pasar Mahasiswa dan Pekerja, DMS Propertindo (KOTA) Bangun Urbanova di Surabaya
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Manajemen Kawasan Industri Kendal Bahas Peluang Kerja Sama Komunikasi Strategis dengan Metro TV
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Sumatera Blackout, Menko AHY: Permasalahan Utamanya Sedang Diinvestigasi
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.