FAJAR, MAKASSAR — Sebanyak 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan hapus tato gratis yang digelar di Rutan Kelas I Makassar bekerja sama dengan Yayasan Mahtan pada Sabtu, 25 Mei.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan warga binaan agar lebih siap menjalani perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan itu diikuti 30 peserta laki-laki dan 20 peserta perempuan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak proses pendataan hingga pelaksanaan tindakan hapus tato yang dilakukan secara bertahap oleh tim medis Yayasan Mahtan.
Pembina Yayasan Mahtan, Muhammad Ihsan Kitta, mengaku bersyukur kegiatan sosial tersebut kembali terlaksana di dalam Rutan Kelas I Makassar.
Menurutnya, program ini sangat membantu warga binaan yang memiliki keinginan untuk menghapus tato sebagai bagian dari proses hijrah dan perubahan diri.
“Hapus tato itu membutuhkan proses, dilakukan secara bertahap dan memerlukan kesabaran. Karena itu kami bersyukur bisa kembali hadir mendampingi warga binaan yang ingin berubah menjadi lebih baik,” ujar dr Ihsan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Rutan Kelas I Makassar yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim Mahtan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rutan atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada tim Mahtan untuk bersama warga binaan dalam program hapus tato ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berjalan setiap bulan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya sekadar menghapus tato, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan tekad warga binaan untuk memperbaiki diri.
“Kegiatan ini bukan sekadar menghapus tato, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan tekad warga binaan untuk memperbaiki diri. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Yayasan Mahtan yang telah mendukung proses pembinaan ini, sehingga warga binaan memiliki kesempatan nyata untuk berhijrah dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” katanya.
Menurut Jayadikusumah, program pembinaan seperti ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang terus berbenah, yakni mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, bermartabat, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Ia pun menutup kegiatan dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Yayasan Mahtan yang telah hadir dan memberikan pelayanan hapus tato secara gratis kepada warga binaan.
“Terima kasih kepada seluruh tim Mahtan yang datang dan mendampingi kegiatan ini. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa banyak warga binaan yang memiliki semangat untuk berubah dan memperbaiki diri,” tutupnya. (twk)





