Grid.ID - Berikut ini profil Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik yang viral usai cekcok dengan demonstran. Begini klarifikasi dari sang pejabat.
Belum lama ini terdapat sebuah video viral yang memperlihatkan Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, emosi dan menantang para pendemo. Warga tersebut diketahui merupakan sekumpulan pedagang kaki lima (PKL) yang melakukan audensi setelah sebelumnya ditertibkan dari bantaran Kali Avour di Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat awalnya warga menggedor pintu kantor sang pejabat dan meminta Syahrul untuk keluar. Saat pintu dibuka, terlihat beberapa pegawai pemerintahan mencoba menghadang para demonstran yang marah.
Selanjutnya, di video itu, Syahrul Munir yang juga emosi mengatakan pada para pendemo untuk tidak membuat kerusuhan dan keluar dari ruangan. Adapun, beberapa pegawai yang ada dalam ruangan terlihat menahan Syahrul Munir agar tak terjadi pertengkaran dengan warga.
Setelah videonya itu viral, Syahrul Munir kemudian langsung memberikan klarifikasi. Dia mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya tengah melakukan rapat internal DPRD Gresik.
“Jadi itu awalnya kami kan sedang rapat, ada rapat internal DPRD Gresik. Kemudian pedagang gedor-gedor pintu, akhirnya saya turun menemui,” ujar Syahrul, dilansir dari Kompas.com.
Syahrul mengatakan, dia turun menemui para PKL di lobi gedung DPRD Gresik untuk membahas solusi terkait nasib mereka setelah penertiban dilakukan. Menurutnya, penertiban itu dilakukan lantaran para PKL menempati bantaran sungai yang menjadi bagian dari upaya normalisasi Kali Avour guna mencegah banjir.
Namun, saat audensi dijalankan, dia mengaku ada pihak yang memprovokasi situasi dengan mengatakan kata-kata keras. Meski Syahrul sempat terpancing emosi, beruntung audensi tetap berlanjut untuk membahas solusi para pedagang.
“Ada provokator saat kami cari solusi. Saat sedang mencari solusi bersama para pedagang, ada oknum yang memprovokatori, dan saya lihat itu bukan pedagang,” kata Syahrul.
“Tapi setelahnya audiensi tetap berlanjut. Para PKL berkeinginan, intinya mendapat kompensasi dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Selanjutnya, Syahrul menegaskan, DPRD Gresik bukan pertama kali melakukan pendampingan terhadap para PKL tersebut. Bahkan menurutnya, para pedagang yang mendirikan tenda di satu sudut gedung DPRD Gresik selama lebih dari 40 hari tidak pernah diusir.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah juga membantu kebutuhan konsumsi para PKL melalui Dinas Sosial Kabupaten Gresik. Syahrul mengungkapkan, audensi sebelumnya yang dihadiri Bupati Gresik sempat berlangsung ricuh karena adanya provokasi sehingga belum tercapai solusi.
“Ini bukan pertama kami melakukan pendampingan kepada para PKL tersebut, sebelum-sebelumnya kami juga sudah lakukan,” kata Syahrul Munir.
Sementara itu, untuk profil Syahrul Munir diketahui dia memiliki nama lengkap Muhammad Syahrul Munir. Melansir dari Tribunnews.com, Syahrul merupakan pria kelahiran Gresik, pada 24 Februari 1991.
Syahrul diketahui merupakan lulusan dari SMAN 1 Sedayu Gresik. Pejabat satu ini memiliki karier yang cukup menonjol, yaitu pernah menjabat sebagai Ketua DKC garda Bangsa Gresik periode 2017 hingga 2021.
Sebelum menjadi ketua DPRD Gresik, dia sebelumnya sempat menjadi anggota untuk periode 2019-2024. Berikutnya, pada Pileg 2024, dia kembali maju mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk daerah pemilihan 9 dan berhasil lolos dengan 8.463 suara sah.
Adapun, Syahrul Munir ternyata sudah menikah dengan perempuan bernama Asyqotul Ulya dan memiliki tiga orang anak. Untuk harta kekayaannya sendiri, Ketua DPRD Gresik ini dilaporkan memiliki total senilai Rp 1,27 miliar.
Sebelum viral gegara tantang pendemo, pejabat satu ini juga pernah jadi perbincangan pada tahun 2025 lantaran memperbolehkan warga meminjam mobil dinasnya. Tak hanya meminjamkan mobil, saat itu dia juga berkomitmen menanggung seluruh biaya bahan bakar hingga jasa sopir yang disediakan. (*)
Artikel Asli




