Wamenkomdigi Tegaskan Spektrum Frekuensi Jadi Penopang Kedaulatan Digital Indonesia

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menegaskan pengelolaan spektrum frekuensi radio menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

“Frekuensi ini sangat strategis dan sangat penting. Dari radio, komunikasi sampai sektor transportasi, semua memakainya. Frekuensi adalah kunci kita untuk melakukan transformasi digital,” kata Angga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pemerintah saat ini memperkuat pengawasan spektrum frekuensi radio sebagai fondasi layanan digital nasional mulai dari internet, komunikasi seluler, teknologi AI, hingga sistem transportasi modern.

Frekuensi Radio Dinilai Sangat Strategis

Angga menjelaskan pengelolaan spektrum frekuensi radio berkaitan langsung dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan sumber daya penting harus dikelola negara demi kemakmuran rakyat.

Menurut dia, spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional.

“Semua negara di dunia menganggap frekuensi sebagai hal yang sangat strategis. Karena itu, setiap negara melakukan pengaturan, penataan dan penjagaan terhadap spektrum frekuensinya masing-masing,” ujarnya.

Pemerintah juga terus memperkuat regulasi dan sistem pengawasan agar pemanfaatan spektrum frekuensi berjalan tertib, efisien, dan tidak saling mengganggu antar layanan.

“Tantangan dalam mengelola frekuensi tentu sangat banyak. Pemerintah sendiri membuat regulasi, membuat aturan, menyiapkan software untuk mengawasi dan menjaga spektrum ini,” kata Angga.

Pemerintah Dorong SDM Digital dan Edukasi Publik

Selain penguatan regulasi, Angga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia digital agar Indonesia mampu bersaing di tengah transformasi teknologi global.

“Di tengah cepatnya transformasi digital dan perkembangan teknologi, negara sebagai pengatur dan pelayan masyarakat, membutuhkan SDM yang handal. Negara harus menyiapkan dan melahirkan SDM unggul agar kita tidak tertinggal,” ungkapnya.

Angga juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait peran spektrum frekuensi radio dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut masih banyak masyarakat yang menggunakan internet, telepon seluler, WiFi, dan GPS tanpa memahami bahwa seluruh layanan tersebut bergantung pada pengelolaan spektrum frekuensi radio yang baik.

“Tentunya sangat penting mengedukasi masyarakat tentang bagaimana spektrum frekuensi radio berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi dan teknologi,” kata Angga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Wilayah Sumatera Gelap akibat Listrik Padam, Ini Penjelasan PLN
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Persita Tangerang kecewa laga terakhir tak bisa dihadiri penonton
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Unismuh Makassar Gelar Darul Arqam IV, Perkuat Ideologi dan Kompetensi Kader Muhammadiyah
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Ekonom: Kenaikan bunga BI jadi 5,25 persen cegah modal asing keluar
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.