Magelang (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menilai bakti sosial (baksos) kesehatan menjelang Waisak 2026 di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah diselenggarakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), selaras dengan program prioritas Kemenag berupa penguatan moderasi beragama.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag Supriyadi di Magelang, Sabtu, mengatakan salah satu indikator keselarasan tersebut, bahwa kegiatan itu mengedepankan kemanusiaan dan kemaslahatan semua umat, tanpa memandang latar belakang.
"Kegiatan ini tidak membeda-bedakan, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Mudah-mudahan setelah pemeriksaan hari ini, warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan kesehatan dan kebahagiaan," katanya.
Ia menyambut baik konsistensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Walubi bersama seluruh lembaga serta majelis anggota yang tiada henti memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara, termasuk melalui baksos kesehatan itu.
Baca juga: Rayakan Waisak, 50 biksu ikut "Walk for Peace 2026" menuju Borobudur
Walubi menggelar baksos di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, berupa pengobatan gratis, selama 23–24 Mei 2026, dengan menargetkan pelayanan kepada sekitar 10.000 warga.
"Hal ini mencerminkan bahwa agama tidak hanya dimaknai sebagai teori spiritual, tetapi juga mewujud dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.
Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya menjelaskan rangkaian peringatan Waisak Nasional selalu diawali dengan kegiatan mulia, mulai dari pembersihan dan tabur bunga di makam pahlawan di seluruh daerah kepengurusan Walubi hingga puncaknya pelayanan kesehatan gratis.
Mengenai baksos kesehatan, ia menyampaikan, sebagai tradisi panjang dengan kualitas yang terus dijaga demi memberikan karma baik dan kebahagiaan sesama makhluk hidup.
Ia menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, manajemen PT Taman Wisata Candi, serta jajaran tim medis dan relawan berasal dari berbagai latar belakang agama (Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha) yang melebur dalam semangat gotong royong melalui kegiatan tersebut.
Baksos kesehatan tahun ini melibatkan kolaborasi masif berbagai institusi besar, seperti Rumah Sakit Suci Paramita (selaku promotor dan koordinator), RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RS Tentara dr Soedjono Magelang, RS Moestopo, PDGI, Perdami Jateng, hingga sejumlah universitas ternama, seperti UGM dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Untuk memastikan 10.000 pasien mendapatkan pelayanan secara optimal, Walubi mengerahkan total 1.646 personel, antara lain terdiri atas 237 dokter yang mencakup dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis bedah, serta 16 dokter spesialis multidisiplin (anestesi, THT, obgyn, anak, kejiwaan, kulit dan kelamin/DVE, paru, akupunktur, dan orthopedi), serta 309 paramedis.
Perayaan Waisak tahun ini jatuh pada 31 Mei 2026. Waisak sebagai perayaan atas tiga peristiwa penting bagi umat Buddha, yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sidharta mencapai pencerahan sempurna sebagai Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau mangkat.
Candi Borobudur yang bercorak Buddha itu, dibangun sekitar abad VIII pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, di kawasan antara Kali Elo dan Progo, Kabupaten Magelang.
Baca juga: Kemenag harap Waisak 2026 jadi ruang spiritualitas dan perdamaian umat
Baca juga: Kemenag-Walubi siapkan perayaan Waisak di Candi Borobudur
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag Supriyadi di Magelang, Sabtu, mengatakan salah satu indikator keselarasan tersebut, bahwa kegiatan itu mengedepankan kemanusiaan dan kemaslahatan semua umat, tanpa memandang latar belakang.
"Kegiatan ini tidak membeda-bedakan, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Mudah-mudahan setelah pemeriksaan hari ini, warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan kesehatan dan kebahagiaan," katanya.
Ia menyambut baik konsistensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Walubi bersama seluruh lembaga serta majelis anggota yang tiada henti memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara, termasuk melalui baksos kesehatan itu.
Baca juga: Rayakan Waisak, 50 biksu ikut "Walk for Peace 2026" menuju Borobudur
Walubi menggelar baksos di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, berupa pengobatan gratis, selama 23–24 Mei 2026, dengan menargetkan pelayanan kepada sekitar 10.000 warga.
"Hal ini mencerminkan bahwa agama tidak hanya dimaknai sebagai teori spiritual, tetapi juga mewujud dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.
Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya menjelaskan rangkaian peringatan Waisak Nasional selalu diawali dengan kegiatan mulia, mulai dari pembersihan dan tabur bunga di makam pahlawan di seluruh daerah kepengurusan Walubi hingga puncaknya pelayanan kesehatan gratis.
Mengenai baksos kesehatan, ia menyampaikan, sebagai tradisi panjang dengan kualitas yang terus dijaga demi memberikan karma baik dan kebahagiaan sesama makhluk hidup.
Ia menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, manajemen PT Taman Wisata Candi, serta jajaran tim medis dan relawan berasal dari berbagai latar belakang agama (Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha) yang melebur dalam semangat gotong royong melalui kegiatan tersebut.
Baksos kesehatan tahun ini melibatkan kolaborasi masif berbagai institusi besar, seperti Rumah Sakit Suci Paramita (selaku promotor dan koordinator), RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RS Tentara dr Soedjono Magelang, RS Moestopo, PDGI, Perdami Jateng, hingga sejumlah universitas ternama, seperti UGM dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Untuk memastikan 10.000 pasien mendapatkan pelayanan secara optimal, Walubi mengerahkan total 1.646 personel, antara lain terdiri atas 237 dokter yang mencakup dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis bedah, serta 16 dokter spesialis multidisiplin (anestesi, THT, obgyn, anak, kejiwaan, kulit dan kelamin/DVE, paru, akupunktur, dan orthopedi), serta 309 paramedis.
Perayaan Waisak tahun ini jatuh pada 31 Mei 2026. Waisak sebagai perayaan atas tiga peristiwa penting bagi umat Buddha, yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sidharta mencapai pencerahan sempurna sebagai Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau mangkat.
Candi Borobudur yang bercorak Buddha itu, dibangun sekitar abad VIII pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, di kawasan antara Kali Elo dan Progo, Kabupaten Magelang.
Baca juga: Kemenag harap Waisak 2026 jadi ruang spiritualitas dan perdamaian umat
Baca juga: Kemenag-Walubi siapkan perayaan Waisak di Candi Borobudur




