Jakarta (ANTARA) - Indonesian Basketball League (IBL) menunjuk wasit elite Asia dan Indonesia terbaik untuk memimpin playoff, mulai dari putaran pertama hingga final, guna menjaga kualitas pertandingan dan standar kompetisi berada pada level internasional.
"Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas kompetisi," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, wasit elite Asia yang akan bertugas sepanjang playoff adalah Daigo Urushima dari Jepang, Jiang Weng An (China), Leong Wing (Hong Kong), Park Kyoung Jin (Korea Selatan), Abdullah Alhejaili (Arab Saudi), dan Stephen Yuen (China).
Para wasit internasional itu akan bekerja bersama perangkat pertandingan lokal Indonesia yang sebelumnya telah melalui proses evaluasi performa sepanjang musim reguler. Mereka adalah Budi Marfan dan Arnaz Anggoro.
Junas menambahkan, penunjukan wasit dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas kepemimpinan pertandingan, konsistensi pengambilan keputusan, kemampuan mengendalikan permainan, hingga hasil evaluasi dari referee coach dan assessor IBL.
Baca juga: Rio Disi pemain kedua Dewa United peroleh Sportsmanship Award
IBL menilai kolaborasi antara wasit internasional dan nasional tidak hanya penting untuk menjaga kualitas pertandingan fase gugur, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan bagi perkembangan perwasitan di Indonesia.
Kehadiran wasit elit Asia, tambah dia, mencerminkan perkembangan kompetisi IBL yang dalam beberapa musim terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan menuju standar internasional.
Dirut IBL sejak 2019 itu menyebut kehadiran wasit internasional juga bagian dari komitmen bersama liga, DPP Perbasi, dan FIBA guna menjaga standar pertandingan tetap berada pada level tertinggi.
Melalui tensi persaingan yang diperkirakan meningkat sejak putaran pertama hingga final, perangkat pertandingan berpengalaman bisa menjaga laga tetap kompetitif, profesional, dan fair bagi seluruh peserta playoff.
Playoff IBL 2026 dimulai Sabtu malam dengan format best-of-three pada putaran pertama yang diikuti delapan tim, sedangkan semifinal dan final menggunakan format best-of-five.
Baca juga: Budi Marfan ukir sejarah, tiga musim beruntun jadi wasit terbaik
"Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas kompetisi," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, wasit elite Asia yang akan bertugas sepanjang playoff adalah Daigo Urushima dari Jepang, Jiang Weng An (China), Leong Wing (Hong Kong), Park Kyoung Jin (Korea Selatan), Abdullah Alhejaili (Arab Saudi), dan Stephen Yuen (China).
Para wasit internasional itu akan bekerja bersama perangkat pertandingan lokal Indonesia yang sebelumnya telah melalui proses evaluasi performa sepanjang musim reguler. Mereka adalah Budi Marfan dan Arnaz Anggoro.
Junas menambahkan, penunjukan wasit dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas kepemimpinan pertandingan, konsistensi pengambilan keputusan, kemampuan mengendalikan permainan, hingga hasil evaluasi dari referee coach dan assessor IBL.
Baca juga: Rio Disi pemain kedua Dewa United peroleh Sportsmanship Award
IBL menilai kolaborasi antara wasit internasional dan nasional tidak hanya penting untuk menjaga kualitas pertandingan fase gugur, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan bagi perkembangan perwasitan di Indonesia.
Kehadiran wasit elit Asia, tambah dia, mencerminkan perkembangan kompetisi IBL yang dalam beberapa musim terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan menuju standar internasional.
Dirut IBL sejak 2019 itu menyebut kehadiran wasit internasional juga bagian dari komitmen bersama liga, DPP Perbasi, dan FIBA guna menjaga standar pertandingan tetap berada pada level tertinggi.
Melalui tensi persaingan yang diperkirakan meningkat sejak putaran pertama hingga final, perangkat pertandingan berpengalaman bisa menjaga laga tetap kompetitif, profesional, dan fair bagi seluruh peserta playoff.
Playoff IBL 2026 dimulai Sabtu malam dengan format best-of-three pada putaran pertama yang diikuti delapan tim, sedangkan semifinal dan final menggunakan format best-of-five.
Baca juga: Budi Marfan ukir sejarah, tiga musim beruntun jadi wasit terbaik





