PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat program pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) inklusif melalui pelatihan dan pendampingan intensif bagi pelaku usaha penyandang disabilitas serta UMKM dengan profil risiko tinggi. Program tersebut dijalankan untuk memperkuat kapasitas bisnis dan meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil secara berkelanjutan.
Program pembinaan tersebut merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PGN yang dijalankan melalui skema Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) hasil kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Dalam pelaksanaannya, PGN menggelar program bertajuk “Pendampingan Peningkatan Program PUMK bagi UMKM Penyaluran BRI dan Disabilitas melalui Pengukuran Dampak dan Optimalisasi Pendapatan”.
Pelatihan dan pendampingan dilakukan dalam dua batch yang mencakup wilayah Tangerang dan Serang. Untuk batch pertama, kegiatan digelar pada 19–21 Mei 2026 di Hotel Sahid Karawaci, Tangerang, dengan melibatkan 24 peserta yang terdiri dari 16 nasabah PUMK dan delapan peserta penyandang disabilitas.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan program tersebut dirancang untuk memastikan pemberdayaan UMKM dapat menjangkau kelompok usaha yang menghadapi tantangan lebih besar, termasuk pelaku usaha dengan keterbatasan akses maupun risiko usaha yang tinggi.
“PGN meyakini bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. Karena itu, melalui program ini kami ingin memastikan pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas dan usaha dengan tantangan risiko yang lebih tinggi, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memperkuat daya saing usahanya,” ujar Fajriyah.
Menurutnya, program pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha melalui pengukuran dampak program serta optimalisasi pendapatan bisnis peserta.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menargetkan 40 UMKM sebagai penerima manfaat.
PGN juga menyiapkan pendampingan lanjutan selama enam bulan setelah pelatihan selesai. Pendampingan dilakukan melalui sesi mentoring individual (one by one) yang difokuskan pada pengembangan strategi usaha, peningkatan kapasitas bisnis, optimalisasi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara langsung dalam pengembangan bisnis masing-masing.
Baca Juga: PGN Garap CCS dan Transportasi CO2 untuk Produksi Amonia Rendah Karbon
Baca Juga: PGN Siapkan Ekspansi CNG ke Rumah Tangga dan UMKM di Batam
Baca Juga: PGN Perkuat Program Sosial Lewat Khitan Massal Gratis
Salah satu peserta program, Wiwin, mengatakan kegiatan tersebut membantu pelaku UMKM memperoleh wawasan baru terkait strategi pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan.
“Selain mendapatkan banyak pengetahuan praktis dan pengalaman baru, kami juga bisa memperluas relasi dan jejaring dengan sesama pelaku UMKM. Pendampingan yang diberikan sangat membantu karena kami bisa berdiskusi langsung mengenai tantangan usaha yang dihadapi,” ujar Wiwin.
PGN menilai program pembinaan berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat daya tahan UMKM dalam menghadapi tantangan usaha.




