JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bakal mendalami jaringan utama di balik maraknya aksi begal di Jakarta dan sekitarnya.
Langkah itu dilakukan setelah polisi menangkap ratusan pelaku kejahatan jalanan dalam operasi pemberantasan begal yang digelar selama beberapa pekan terakhir.
“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman terhadap jaringan yang ada di atas para pelaku tersebut,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026), dikutip dari Antara.
Iman mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang mengendalikan aksi kejahatan tersebut.
Menurut dia, polisi masih mendalami apakah maraknya aksi begal murni tindak kriminal jalanan atau ada pihak tertentu yang ikut menunggangi.
“Tentunya dalam proses penyidikan, kami tidak berhenti hanya pada apa yang sudah kami lakukan penangkapan, begitupun juga kami sedang melakukan uji laboratoris terhadap seluruh gawai atau handphone yang digunakan oleh para pelaku yang terindikasi,” ujar Iman.
Polda Metro Jaya juga menggandeng laboratorium forensik digital Polri untuk menelusuri komunikasi dan jaringan para pelaku.
Iman berharap hasil pemeriksaan digital forensik dapat membantu pengembangan kasus lebih jauh.
“Apakah ada indikasi lain selain dari kejahatan murni yang saat ini sudah kami lakukan pengungkapan,” kata dia.
Baca juga: Jakarta di Bayang-bayang Teror Begal
Tim Pemburu Begal Masih Kejar Ratusan KasusDalam kesempatan yang sama, Iman menegaskan Tim Pemburu Begal bentukan Polda Metro Jaya masih terus bekerja mengungkap kasus-kasus kejahatan jalanan yang belum terselesaikan.
“Masih ada 413 perkara yang sedang kami selesaikan,” ujar dia.
Menurut Iman, Tim Pemburu Begal sejauh ini telah menangkap 38 tersangka. Sementara itu, jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya menangani 135 tersangka lainnya.
Polisi juga menyita total 466 barang bukti dari hasil pengungkapan kasus begal dan kejahatan jalanan.
Barang bukti tersebut terdiri dari 84 unit telepon genggam, 69 sepeda motor, delapan senjata api beserta amunisi, dan 45 senjata tajam.
"Kemudian ada 240 barang bukti lainnya seperti pakaian, rekaman CCTV, dan barang-barang hasil kejahatan dari perbuatan para pelaku," kata Iman.
Baca juga: Tak Hanya Polisi, Kini Tentara Juga Ikut Buru Begal





