JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim menyatakan suaminya, Nadiem Makarim, hanya menjalankan tugas sebagai menteri saat melaksanakan program digitalisasi pendidikan yang disebut merupakan amanat Presiden saat itu, Joko Widodo.
Franka mengatakan Nadiem dalam persidangan hanya ingin menegaskan bahwa seorang menteri bertugas menjalankan visi dan misi pemerintah.
Menurut Franka, selama lima tahun menjabat, Nadiem telah berupaya menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Ia juga menegaskan tuduhan yang dialamatkan kepada suaminya tidak terbukti dalam persidangan.
Franka menyebut perangkat laptop dan alat teknologi informasi yang menjadi sorotan dalam kasus tersebut hingga kini masih digunakan oleh guru dan murid di berbagai daerah.
Franka juga mengungkap perasaan keluarganya yang sempat merasa sendirian menghadapi proses hukum yang berjalan. Namun ia mengaku kini mulai merasakan dukungan dan doa dari masyarakat.
Franka mengaku hal paling menyakitkan baginya adalah ketika niat baik suaminya justru diputarbalikkan menjadi tuduhan negatif.
Ia juga menyinggung keputusan Nadiem melepas jabatan di perusahaan sebelum dilantik menjadi menteri, namun langkah itu justru dinilai sebagai upaya menyembunyikan konflik kepentingan.
Menurut Franka, keterbukaan Nadiem dalam melaporkan harta dan pajak juga justru dijadikan dasar membangun narasi korupsi terhadap suaminya.
“Bagaimana kejujuran dan niat dia untuk melaporkan semuanya secara terbuka di SPT dan LHKPN tiba-tiba menjadi satu alat yang dipakai untuk membangun narasi bahwa dia korupsi besar-besaran. Kenapa setiap niat baik itu diputarbalikkan menjadi senjata menzalimi suami saya?,” katanya.
Franka pun mengaku berat melihat anak-anaknya harus terpisah dari ayah mereka akibat tuduhan yang menurutnya tidak berdasar.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog
#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- franka makarim
- nadiem makarim
- korupsi
- mendikbudristek
- jokowi




