Peroleh Penghargaan UMY Awards 2026, Imam Indonesia di New York Dinilai Punya Peran Strategis

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menganugerahkan penghargaan bergengsi UMY Awards 2026 kepada tokoh Islam asal Indonesia di Amerika Serikat, Muhammad Syamsi Ali. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Syamsi Ali dalam membangun dialog antaragama dan memperkuat peran komunitas Muslim di Amerika Serikat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UMY, Achmad Nurmadi, dalam Rapat Senat Terbuka, Sabtu (23/5/2026) dan didampingi Ketua Tim Seleksi Dr. Suswanta dan Sekretaris Tim Seleksi Prof Dr Suciati, serta dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Nurmadi mengatakan penghargaan tersebut diberikan bukan semata karena Syamsi Ali merupakan kader Muhammadiyah, melainkan karena kiprahnya di tingkat global.

"UMY memberikan pesan, memberikan penghargaan kepada anak bangsa, kepada kader Muhammadiyah, bukan karena kader Muhammadiyah, karena kontribusinya," kata Nurmadi saat memberikan sambutan, Sabtu (23/5/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurutnya, posisi Syamsi Ali sebagai imam di New York memiliki peran strategis, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga sosial dan politik di tengah masyarakat Amerika Serikat. Ia menilai dunia saat ini membutuhkan kekuatan penyeimbang dalam percaturan politik internasional. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar disebut memiliki peluang memainkan peran tersebut.

"Bapak Ibu bisa bayangkan seorang putra Kajang (nama Kecamatan di Sulawesi Utara) yang menjadi imam di sebuah kota New York. Imam masjid di kota New York itu perannya tidak seperti imam di masjid tempat saya tinggal. Imam itu adalah menempati posisi politik, pimpinan politik di sebuah negara namanya Amerika Serikat," ujarnya.

"Indonesia dengan umat Islam terbanyak di dunia, seharusnya memainkan peran itu. Bagaimana kita menjadi penyeimbang," ucapnya.

Syamsi Ali diketahui telah menetap di Amerika Serikat sejak 1996 dan pernah menjabat Imam Besar Islamic Center of New York pada periode 2002–2014. Ia juga aktif dalam berbagai forum dialog antaragama internasional serta menjabat Presiden Nusantara Foundation. Selain itu, Syamsi Ali pernah mendampingi Presiden Amerika Serikat saat itu, George W. Bush, dalam kunjungan ke Ground Zero pascatragedi 11 September 2001. Namanya juga masuk dalam daftar The Muslim 500 sebagai salah satu Muslim paling berpengaruh di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsi Ali menyampaikan bahwa perkembangan komunitas Muslim di Amerika Serikat. Ia menyebut jumlah Muslim di negeri itu diperkirakan telah mencapai 10 hingga 15 juta jiwa, jauh di atas data resmi pemerintah.

"Data resmi yang ada saat ini masih undercounting. Jumlah sesungguhnya telah melampaui dua kali lipat angka yang dipublikasikan," ujarnya.

Ia menyoroti fenomena meningkatnya jumlah mualaf di Amerika Serikat pascatragedi 11 September 2001, di tengah tingginya gelombang Islamofobia. Menurutnya, sekitar 20 hingga 25 persen Muslim di Amerika Serikat saat ini merupakan mualaf, mayoritas berasal dari kalangan Afrika-Amerika dan Latin.

"9/11 adalah momentum paradoksal. Di satu sisi, komunitas Muslim menghadapi tekanan yang luar biasa berat. Di sisi lain, justru itulah titik ketika Islam tumbuh paling pesat dalam sejarah Amerika," kata dia.

Pertumbuhan komunitas Muslim juga terlihat dari meningkatnya jumlah masjid di Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. Jika pada awal 1960-an hanya terdapat sekitar 200 masjid, kini jumlahnya disebut telah melampaui 4.500 masjid di seluruh negeri. Shamsi Ali menambahkan, New York City menjadi salah satu pusat perkembangan komunitas Muslim dengan jumlah masjid mencapai lebih dari 300 lokasi.

Ia menilai meningkatnya minat terhadap Islam terjadi karena agama tersebut dipandang mampu menawarkan nilai rasionalitas, keseimbangan hidup, sekaligus jawaban atas kekosongan spiritual yang dirasakan sebagian masyarakat Amerika modern.

Meski begitu, Syamsi Ali menilai komunitas Muslim di Amerika Serikat selama ini belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh dalam berbagai data dan persepsi publik. Menurutnya, kesenjangan data mengenai populasi Muslim bukan sekadar persoalan teknis pendataan, melainkan mencerminkan kecenderungan pengaburan terhadap eksistensi dan kontribusi umat Islam di negeri tersebut.

"Dalam tren terbaru, gelombang konversi juga mulai datang dari kelompok yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan Islam, yaitu warga kulit putih Amerika," ungkapnya.

Syamsi Ali menyebut stereotipe mengenai Muslim Amerika juga tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Ia menggambarkan komunitas Muslim di Amerika Serikat sebagai kelompok muda, terdidik, dan memiliki peran penting di berbagai sektor strategis.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Nikah Bentrok Laga Persib OTW Juara, Calon Pengantin Wanita Panik Tamu dari Jakarta Kejebak Konvoi Viral
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kelompok Remaja Diduga Hendak Tawuran di Pati, Berakhir Diciduk Polisi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Kaget WNA Jadi Dirut BUMN Ekspor SDA, Isu Kedaulatan Ekonomi Memanas
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dulu Mau Dijual, Kini Jadi Andalan Baru Allegri? AC Milan Berbalik Arah soal Masa Depan Christopher Nkunku
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Listrik di Sebagian Aceh Kembali Menyala Usai Pemadaman
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.