Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), Hans Patuwo, di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat malam (22/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi online.
Dalam pertemuan itu, Teddy mendengarkan berbagai masukan terkait dengan perkembangan ekosistem transportasi daring nasional. Menurut Hans Patuwo, saat ini layanan Gojek memiliki sekitar 800.000 hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Sejak pertama kalinya beroperasi, jumlah pengemudi yang bergabung telah mencapai 3 juta orang, baik yang masih aktif, paruh waktu, maupun yang sudah tidak aktif mengemudi,” ujar Teddy dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Teddy juga menyampaikan bahwa Gojek berkomitmen mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek online (Ojol). Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya peningkatan porsi pendapatan pengemudi dari 80% menjadi 92% dari setiap transaksi.
“Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80% menjadi 92% dari setiap transaksi,” kata Teddy.
Baca Juga
- Komisi Ojol Jadi 8%, Cek Prospek Kinerja Pendapatan GOTO ke Depan
- Akal GOTO Jaga Kinerja Kuartal III di Tengah Bayang-Bayang Komisi Ojol 8%
- Dukung Regulasi Komisi Ojol 8%, GoTo Ungkap 4 Strategi Implementasinya
Menurutnya, pemerintah bersama pelaku usaha terus berkoordinasi guna merumuskan kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlangsungan dunia usaha.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi daring sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di era digital.
“Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan, di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat,” tandas Teddy.





