Mamuju, ERANASIONAL.COM – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (22/5).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir telah surut di tiga desa terdampak.
Ketiga desa yang berada di Kecamatan Tobadak itu, yaitu Desa Lara, Desa Tasokko dan Desa Batu Parigi.
Sedangkan satu desa lain yang juga berada di kecamatan tersebut, Desa Saloadak, tinggi muka air berangsur surut.
“Pascabanjir, warga masyarakat bergotong royong membersihkan pohon dan ranting-rantingnya yang tumbang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Banjir di Mamuju Tengah ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa wilayah kabupaten.
Abdul menyebut, banjir berdampak pada 9 kepala keluarga atau 30 jiwa, dan satu keluarga mengungsi sementara waktu.
“Selain pemukiman, banjir mengakibatkan satu jembatan rusak ringan dan empat titik jalan penghubung rusak berat,” ujarnya.
Dengan adanya bencana hidrometeorologi basah hingga pekan keempat Mei 2026 dan peristiwa karhutla, Abdul mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan siaga.
Selain ancaman bahaya karena faktor hidrometeorologi, masyarakat tetap mewaspadai ancaman bahaya geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api.
“Berbagai langkah pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dan dimulai dari lingkup keluarga, seperti penyiapan tas siaga bencana dan penyusunan rencana kedarurat keluarga,” imbaunya. []





