FAJAR, SURABAYA — Malam terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo berubah menjadi panggung pesta bagi Persebaya Surabaya. Di hadapan ribuan Bonek, Green Force menutup musim dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri, Sabtu (23/5/2026).
Namun di balik pesta gol itu, sorotan terbesar kembali jatuh kepada kapten tim, Bruno Moreira.
Pemain asal Brasil tersebut tampil luar biasa dan menjadi pusat permainan Persebaya sepanjang laga. Dua gol yang ia cetak di pertandingan penutup musim membuat atmosfer Gelora Bung Tomo terasa semakin emosional.
Banyak suporter mulai menafsirkan penampilan dan selebrasi Bruno sebagai sinyal kuat bahwa dirinya masih ingin bertahan bersama Green Force musim depan.
Di tengah spekulasi masa depannya, nama Bernardo Tavares ikut kembali dikaitkan. Pelatih asal Portugal itu memang dikenal menyukai karakter pemain agresif, pekerja keras, dan memiliki determinasi tinggi seperti Bruno Moreira.
Rumor ketertarikan Bernardo kepada Bruno sebenarnya sudah lama terdengar sejak keduanya sama-sama berkiprah di sepak bola Indonesia. Karena itu, performa Bruno di laga terakhir musim ini terasa seperti pesan terbuka: ia masih layak menjadi pusat proyek besar klub mana pun.
Dan malam itu, Bruno benar-benar memperlihatkan kualitasnya.
Sejak awal pertandingan, Persebaya tampil dominan. Mereka terus menekan pertahanan Persik lewat permainan cepat dari sisi sayap dan agresivitas lini tengah.
Namun babak kedua menjadi titik ketika Green Force benar-benar menggila.
Masuknya Gali Freitas menggantikan Mihailo Perovic membuat intensitas serangan Persebaya meningkat drastis. Baru beberapa detik babak kedua dimulai, ancaman demi ancaman langsung mengalir ke kotak penalti Persik.
Francisco Rivera sempat memperoleh peluang emas dari jarak dekat. Sementara Persik juga nyaris mencetak gol ketika sundulan pemain mereka membentur mistar gawang yang dikawal Ernando Ari.
Tetapi dominasi Persebaya sulit dihentikan.
Pada menit ke-64, Gustavo Fernandes memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok dari Gali Freitas.
Gol tersebut membuat mental Persik runtuh.
Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo semakin membakar semangat Green Force untuk terus menyerang. Persebaya tidak mengendurkan tekanan meski sudah unggul jauh.
Toni Firmansyah sempat mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh, sementara Gali Freitas hampir mencatatkan namanya di papan skor setelah melewati beberapa pemain bertahan lawan.
Namun klimaks pesta malam itu tetap menjadi milik Bruno Moreira.
Menjelang laga usai, Bruno kembali mencetak gol setelah memanfaatkan assist Francisco Rivera di depan gawang.
Tembakan pertamanya memang sempat ditepis penjaga gawang Persik Kediri. Tetapi bola muntah langsung ia sambut kembali hingga mengubah skor menjadi 5-0.
Gol itu sekaligus memastikan Bruno mencetak brace dalam laga penutup musim.
Selebrasinya langsung disambut gegap gempita tribun Bonek.
Ada emosi yang terasa berbeda ketika Bruno merayakan golnya. Sang kapten tampak menikmati setiap detik atmosfer stadion, seolah memahami bahwa dirinya memiliki hubungan yang sangat kuat dengan suporter Persebaya.
Karena itu, isu kontrak Bruno kini menjadi perhatian besar publik Surabaya.
Banyak Bonek berharap manajemen segera mengamankan sang pemain sebelum musim baru dimulai. Sebab selain produktif, Bruno telah menjadi simbol semangat dan identitas permainan Persebaya dalam beberapa musim terakhir.
Kemenangan telak atas Persik juga memastikan Persebaya menutup musim di posisi empat besar dengan koleksi 58 poin.
Hasil tersebut menjadi modal penting menyambut musim depan. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Green Force terlihat semakin matang sebagai tim papan atas.
Di tengah pesta kemenangan itu, satu pesan terasa jelas dari Bruno Moreira.
Dengan brace, performa gemilang, dan kedekatannya dengan tribun Bonek, sang kapten seolah ingin mengatakan bahwa kisahnya bersama Persebaya mungkin masih belum selesai.




