Rencana CFD di Alun-alun Kota Bekasi Dinilai Berisiko Hambat Akses ke RSUD

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menambah titik pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) menuai kritik dari DPRD Kota Bekasi.

Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi titik baru CFD ialah kawasan Jalan Veteran di sekitar Alun-alun M Hasibuan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary menilai perluasan lokasi CFD memang diperlukan mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap aktivitas olahraga di ruang publik.

Namun, ia mengingatkan agar pemilihan lokasi tidak mengganggu akses menuju fasilitas vital.

“Rencana Pemkot untuk penambahan jalur ini sebenarnya bagus. Tapi yang kami garis bawahi itu pemilihan lokasinya,” ujar Latu saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Melonjaknya Harga Bahan Pokok di Bekasi: Omzet Pedagang Anjlok, Pembeli kurangi Belanja

DPRD Khawatir Akses ke RSUD Terganggu

Menurut Latu, kawasan Alun-alun M Hasibuan memiliki karakter berbeda dibanding area terbuka lain karena berada di sekitar sejumlah objek vital, termasuk RSUD Kota Bekasi.

Ia menegaskan akses menuju rumah sakit harus tetap dapat dilalui masyarakat selama 24 jam, terutama dalam kondisi darurat.

“Kalau ada kegawatdaruratan yang mengharuskan warga mengakses RSUD Kota Bekasi, ini bisa menjadi fatal kalau aksesnya terhambat karena CFD,” kata dia.

Latu menilai pelaksanaan CFD yang umumnya berlangsung pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB berpotensi menghambat mobilitas kendaraan apabila tidak disertai rekayasa lalu lintas yang matang.

“Kecuali pemerintah bisa menjamin akses pasien ke RSUD tetap lancar. Selama belum ada jaminan dan kajian matang, jangan coba-coba,” ujar dia.

Baca juga: Mandi-Cuci Pakai Air Kali Tercemar, Warga Cikarang Bekasi Alami Gatal hingga Diare

Dekat Stasiun dan Fasilitas Publik

Selain RSUD Kota Bekasi, kawasan Alun-alun M Hasibuan juga berada dekat dengan Stasiun Bekasi dan sejumlah fasilitas publik lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Karena itu, DPRD meminta Pemkot Bekasi mempertimbangkan dampak lalu lintas dan aksesibilitas sebelum memutuskan perluasan jalur CFD di kawasan tersebut.

“Kalau mau tetap di sana, rekayasa lalu lintasnya harus bisa mengurai kemacetan tanpa ganggu objek vital,” ucap Latu.

Baca juga: Terpaksa Pakai Air Kali Bekasi yang Keruh, Warga: Enggak Ada Uang Beli Air Bersih

Usul CFD Digelar di Lapangan Kecamatan

Meski mengkritik lokasi yang dipilih, Latu menegaskan tetap mendukung rencana perluasan CFD di Kota Bekasi.

Menurut dia, penambahan titik CFD dapat menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak hanya terpusat di satu lokasi.

Ia mengusulkan lapangan kecamatan dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif CFD tanpa mengganggu jalan utama maupun fasilitas vital lainnya.

“Jadi masyarakat lebih mudah menjangkau tanpa mengganggu objek vital lainnya,” kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Latu juga menilai konsep tersebut dapat dikolaborasikan dengan aktivitas UMKM dan pasar rakyat sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat.

“Nanti UMKM bisa diberdayakan, masyarakat juga bisa menikmati CFD lebih leluasa, kesehatan masyarakat juga lebih optimal karena difasilitasi pemerintah,” ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa Masih Terus Dimatangkan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menara BTS Ambruk ke Kali Cideng di Rasuna Said, Pohon-Lampu Ikut Tumbang
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Wakapolri koordinasi dengan Arab Saudi perkuat pelindungan jamaah haji
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Jalan Terjang Maryanah: 2 Kali Usaha Tutup, Kini Kuliahkan Anak dari Jualan Es Teh
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
3 Ide Olahan Sisa Daging Kurban Idul Adha Selain Sate dan Rendang, Lezat dan Anti Bosan
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.